KOTA BIMA || Jasad pria ditemukan mengapung di Perairan Teluk Bima tepatnya di laut Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang Ditemukan oleh nelayan sekitar pada pukul 08.00 Wita, Jumat (21/11/2025)
Mendapat laporan, aparat kepolisian bersama warga langsung melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa menuju RSUD Bima untuk pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.
Tim INAFIS Sat Reskrim Polres Bima Kota dan Polres Bima yang tiba di RSUD Bima kemudian melakukan identifikasi menggunakan teknologi INAFIS Portable System (IPS), yaitu perangkat pencocokan sidik jari yang dapat digunakan di lapangan secara cepat dan akurat.
“Untuk memastikan identitas jasad korban yang ditemukan oleh nelayan Soromandi di teluk bima, kami menggunakan alat Teknologi INAFIS POTABEL SISTEM (IPS)”, ujar Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si.
Dari hasil pemeriksaan sidik jari melalui sistem IPS dan dicocokkan dengan ciri fisik lainnya, mayat tersebut teridentifikasi sebagai A. Wahab, pria berusia 75 tahun, warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Korban diketahui sebelumnya dilaporkan hilang karena terseret arus banjir di kawasan Sungai Lampe – Kumbe pada Rabu (19/11/2025).
Setelah dilakukan visum luar oleh pihak medis, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Keluarga yang berlokasi di RT 008 RW 005 Lingkungan Ngaro Taa, Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.
Pihak keluarga korban mengucapkan terimakasih kepada Tim Inafis Polres Bima Kota dan Polres Bima Kabupaten maupun seluruh tim yang terlibat yang telah bekerja keras mencari korban hingga berhasil ditemukan kasadnya.
“Kami pihak keluarga Almarhum menyampaikan banyak terimakasih atas segala jasa dan upaya pihak kepolisian maupun tim yang terlibat sehingga jasad orang tua kami berhasil di temukan”, ungkap salah satu keluarga korban.
Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., menghimbau kepada warga Bima agar lebih waspada menghadapi musim hujan yang rentan bencana banjir dan bancana longsor.
(Dae Man)






