Jelang Pengukuhan, DPD PPSI Kota Tasikmalaya Silaturahmi ke Komisi IV DPRD

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Dalam rangka menyambut pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kota Tasikmalaya di bawah naungan KORMI, jajaran pengurus baru menggelar silaturahmi ke Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (12/11/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi ajang komunikasi dan sinergi antara PPSI dengan para pemangku kebijakan daerah, khususnya dalam upaya pelestarian seni bela diri tradisional dan penguatan prestasi olahraga masyarakat.

Rombongan PPSI diterima langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H. Undang Syafrudin, S.M.Pd., didampingi Wakil Ketua H. Yadi Mulyadi, S.H., dan Sekretaris Hj. Evi Silviani. Turut hadir pula jajaran anggota Komisi IV, antara lain Habib Qosim Nurwahab, Bagas Suryono, Drs. H. Denny Romdony, Dian Kuswardianto, serta H. Tedi Gunandi, S.Kom., M.Si.

Selain unsur DPRD, kegiatan juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (DISPORABUDPAR) Kota Tasikmalaya melalui Kabid Kebudayaan serta Kabid Pemuda dan Olahraga, yang memberikan dukungan terhadap langkah PPSI dalam memperkuat peran seni bela diri sebagai warisan budaya daerah.

Ketua DPD PPSI Kota Tasikmalaya, Nunung Revolusiana, dalam sambutannya menjelaskan perjalanan panjang dan dinamika organisasi PPSI di Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, kekuatan PPSI terletak pada semangat kolaborasi antarperguruan pencak silat yang telah lama berkiprah menjaga tradisi dan budaya lokal.

Nunung juga memaparkan visi dan misi PPSI, yakni menjadi organisasi pencak silat tradisional yang profesional dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya bangsa. Selain itu, PPSI berkomitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudi luhur, dan tangguh melalui kegiatan pencak silat.

“Dengan struktur organisasi yang profesional dan manajemen yang baik, kami ingin memastikan PPSI mampu berperan aktif tidak hanya di bidang seni dan olahraga, tetapi juga dalam pembinaan moral dan karakter generasi muda Tasikmalaya,” ujar Nunung.

Sementara itu, Oki Sunaryo, Kepala Bidang Kerja Sama Kelembagaan PPSI, menambahkan bahwa secara nasional PPSI telah berdiri sejak tahun 1960-an dan resmi terbentuk pada 1974. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga ekspresi budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

“Kami akan terus mengawal dan menjaga keberlangsungan seni budaya pencak silat di Kota Tasikmalaya. Selain sebagai warisan leluhur, pencak silat juga menjadi sarana membangun karakter dan kebanggaan daerah,” tutur Oki.

Ia menegaskan, PPSI Kota Tasikmalaya telah aktif mengikuti berbagai ajang seperti Festival Olahraga Masyarakat di tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, ia berharap dukungan nyata dari pemerintah daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2024 tentang Keolahragaan Nasional.

“Sebagai duta olahraga dan budaya daerah, kami berharap PPSI mendapat perhatian dari pemerintah untuk terus membina generasi muda. Prinsip kami sederhana, biar tekor asal kesohor — semangat kami tetap menjaga eksistensi pencak silat di bumi Tasikmalaya,” ujarnya dengan semangat.

Pihak DISPORABUDPAR Kota Tasikmalaya melalui perwakilan Kabid Kebudayaan dan Kabid Pemuda dan Olahraga menyatakan dukungannya terhadap PPSI. Pemerintah daerah menilai PPSI berperan penting dalam menghidupkan kembali semangat kebudayaan lokal sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang olahraga tradisional.

Rencananya, pengukuhan resmi pengurus DPD PPSI Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan pada 15 November 2025. Acara ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara PPSI, DPRD, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjaga warisan seni bela diri tradisional agar terus berkembang di tengah masyarakat modern.

Di penghujung kegiatan, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Hj. Evi Silviani menyatakan kesediaannya untuk menjadi pembina dalam kepengurusan DPD PPSI Kota Tasikmalaya, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian seni budaya dan pembinaan generasi muda di bidang pencak silat.

(Rizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *