KAB. TASIKMALAYA, ||Setelah melewati proses Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kebersamaan, Dedi Supriadi kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Tasikmalaya untuk periode 2025–2030.
Pemilihan ini menjadi penanda kuatnya kepercayaan jajaran pengurus LPM terhadap kepemimpinan Dedi yang dinilai berhasil membawa lembaga tersebut menjadi mitra strategis sekaligus suara kritis masyarakat terhadap kebijakan publik.
Musda yang digelar usai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) akhir Oktober lalu berlangsung diwarnai diskusi terbuka mengenai arah program dan evaluasi capaian LPM lima tahun terakhir.
Dipimpin oleh Asep selaku Ketua Sidang, forum tersebut menegaskan pentingnya LPM sebagai motor partisipasi warga dalam pembangunan di tingkat desa hingga kabupaten.
“Musda ini bukan hanya soal memilih ketua, tapi juga menyepakati arah baru perjuangan LPM agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Asep Senin, (10/11/2025).
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Dedi Supriadi menyampaikan terima kasih atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa LPM ke depan akan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat agar program pemberdayaan lebih nyata dan berkelanjutan.
“Amanah ini bukan sekadar kepercayaan, tapi tanggung jawab besar. Kami ingin memastikanu LPM benar-benar hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai simbol kelembagaan, tapi sebagai penggerak perubahan,” kata Dedi.
Ia juga menyebut akan memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, terutama dalam mendukung visi pembangunan yang berfokus pada ekonomi kerakyatan, desa digital, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif. LPM harus mampu menyuarakan kebutuhan masyarakat, namun juga ikut membantu pemerintah mewujudkan kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Dalam Musda tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tantangan zaman. Transformasi digital, perubahan sosial, dan dinamika pembangunan desa menjadi isu utama yang akan dijawab LPM Tasikmalaya ke depan.
Dedi menegaskan, pihaknya akan fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, pelatihan kewirausahaan lokal, serta penguatan lembaga LPM di tingkat kecamatan dan desa agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita harus beradaptasi. Pemberdayaan hari ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. Masyarakat harus melek digital dan mampu mengelola potensi desanya secara mandiri,” ujarnya.
Dengan selesainya Musda ini, LPM Kabupaten Tasikmalaya memasuki babak baru kepemimpinan. Para peserta berharap, sinergi yang terbangun selama proses Musda dapat menjadi energi positif dalam lima tahun ke depan.
LPM berkomitmen terus menjadi lembaga yang kritis, solutif, dan humanis, dengan peran nyata dalam memperkuat pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.
“Soliditas yang kita bangun hari ini adalah modal besar. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tapi bersama-sama untuk mewujudkan Tasikmalaya yang lebih berdaya dan sejahtera,” tutup Dedi Supriadi.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang berfungsi menjembatani kepentingan warga dan pemerintah. Di Kabupaten Tasikmalaya, LPM memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian desa, mengawal program pembangunan, dan menjadi ruang dialog masyarakat sipil yang aktif serta inklusif.
(Feri)






