KAB. BEKASI, || Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan masuk lima besar di Jawa Barat dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional di bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan akselerasi program dimulai sejak 14 Juli 2025. Dalam waktu kurang dari satu bulan, posisi Kabupaten Bekasi naik dari peringkat 26 menjadi peringkat 12 di Provinsi Jawa Barat, dengan capaian meningkat dari 0,41 persen menjadi sekitar 5 persen.
“Alhamdulillah, sejak akselerasi dua hingga tiga minggu ini, capaian kita melonjak signifikan. Ini jadi indikator positif bagi keberhasilan program,” ujar Alamsyah, Selasa (05/08/2025).
Seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi, sebanyak 100 persen, kini telah melaksanakan program CKG—naik drastis dari hanya 60 persen pada tahap awal peluncuran.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung oleh tim medis dari puskesmas melalui sistem outreach, yaitu mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan skrining kesehatan kepada siswa secara menyeluruh.
Sasaran CKG meliputi seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, termasuk pondok pesantren, dengan fokus pada anak-anak dan remaja usia 7 hingga 17 tahun.
Jenis pemeriksaan mencakup skrining penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, kelainan bawaan, serta kesehatan telinga, mata, gigi, status gizi, dan kesehatan jiwa. Pemeriksaan juga mencakup tuberkulosis, talasemia, serta anemia, khususnya bagi remaja putri.
Data hasil pemeriksaan siswa akan diperbarui secara berkala setiap akhir pekan melalui aplikasi Asik, yang dapat diakses secara online oleh pihak sekolah maupun orang tua.
Alamsyah menegaskan bahwa program ini bukan hanya bersifat kuratif, tetapi lebih pada upaya preventif dan promotif untuk membangun generasi muda yang sehat dan siap bersaing di masa depan.
(Dede Bustomi)






