KUPANG, || Anggota DPRD Kota Kupang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Maulafa, Neda Ridla Lalay, SH, menggelar kegiatan Reses Tahap III Tahun 2024/2025 di Kelurahan Fatukoa, Senin (4/8/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 Agustus 2025 ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan konstituen untuk menampung aspirasi, keluhan, serta usulan masyarakat.
Reses dilaksanakan di kediaman Daud Tede, RT 19/RW 06, Kelurahan Fatukoa, dan dihadiri ratusan warga dari RT 18, RT 19, serta warga RT lainnya di Kelurahan Fatukoa.
“Saya dipercayakan sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Komisi ini paling dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat, dan saya merasa inilah tempat saya bisa berkontribusi secara langsung,” kata dia menambahkan.
Salah satu program yang disampaikan dalam reses ini adalah beasiswa pemerintah untuk mahasiswa semester III hingga VIII, dengan kuota sebanyak 885 penerima pada tahun ini. Program ini bertujuan meringankan beban mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi.
Terkait BPJS Ketenagakerjaan, Neda menjelaskan adanya skema alih status dari peserta mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI), khususnya bagi keluarga kurang mampu. Ia meminta aparat RT segera mendata warga yang belum memiliki BPJS, sehingga pada reses mendatang bisa dihadirkan petugas untuk pendaftaran.
Masalah pengelolaan sampah menjadi topik yang dominan disuarakan warga. Bonifasius Gadus, warga RT 19, mengusulkan agar setiap kelurahan memiliki fasilitas tempat sampah, serta adanya sistem pengangkutan rutin dari tingkat RT ke kelurahan.
Dicky Thao, warga RT 18, mengeluhkan kejadian di SMP 8 Kupang yang menimbulkan ketakutan di kalangan orang tua. Ia berharap Komisi IV dapat mengawasi lebih ketat pelaksanaan program makanan bergizi gratis (MBG), serta mengkritisi pungutan uang komite yang dianggap memberatkan keluarga tidak mampu.
Menanggapi itu, Neda menyatakan akan membawa seluruh masukan ke rapat-rapat komisi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta instansi terkait. Ia juga meminta warga mendata titik-titik lampu jalan yang rusak untuk diteruskan ke PUPR Kota Kupang, dan menyarankan pengukuran jalan rusak agar bisa diajukan dalam anggaran perbaikan.
Fredyk Haba Djingi, warga RT 18, turut menyampaikan harapan atas pembangunan jalan Laluteti sepanjang 400 meter yang telah diajukan ke Dinas PUPR. Neda menyatakan siap mengawal proses tersebut hingga tahap realisasi.
Reses adalah momen penting bagi anggota legislatif untuk menyerap suara rakyat secara langsung. Dengan mendengar dan mencatat kebutuhan riil di lapangan, legislator seperti Neda Ridla Lalay memperkuat kehadiran DPRD sebagai lembaga yang berpihak pada masyarakat.
(Dessy)






