KAB. CIAMIS, || Warga Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, dibuat resah oleh dugaan perselingkuhan yang melibatkan salah satu perangkat desa berinisial D, yang menjabat sebagai Kepala Dusun. D diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang perempuan berinisial S yang bersuami, istri dari seorang warga yang diketahui bekerja sebagai buruh pabrik kerupuk. Rabu, (09/04/2025).
Isu tersebut telah menjadi perbincangan sejak dua bulan lalu, namun kini kembali mencuat seiring dengan semakin banyaknya warga yang menyoroti dugaan tak sedap tersebut. Warga mengaku gelisah karena sikap D dianggap tidak mencerminkan seorang aparatur pemerintah desa yang seharusnya menjadi contoh di masyarakat.
Tokoh masyarakat, Doni Martin bersama beberapa warga setempat, menyatakan bahwa persoalan ini telah lama diketahui warga dan bahkan sempat dilaporkan oleh keluarga dari S kepada Doni Martin, usai menemukan bukti percakapan WhatsApp mesra antara istrinya dan D
“Permasalahan ini muncul dua bulan lalu, setelah keluarga dari S melapor karena melihat chat mesra di ponsel istrinya. Bahkan ada warga yang mengaku pernah memergoki mereka berdua di pasar ikan, dan katanya juga pernah terlihat menggunakan mobil siaga desa bersama-sama, namun tidak diantar sampai rumah” ungkap Doni Martin.
Tak hanya itu, Doni Martin juga mengkritik lemahnya pengawasan dan pembinaan dari kepala desa terhadap bawahannya.
“Dan menurut saya, dengan adanya kejadian ini, itu bukti konkret lemahnya pengawasan dan pembinaan kepala desa atas perangkat desa yang notabene adalah bawahannya,” tegasnya.
Namun demikian, D membantah tuduhan tersebut. Saat diwawancarai, ia menyatakan bahwa semua yang dilakukan selama ini berkaitan dengan tugas pelayanan masyarakat.
“Saya jelaskan bahwa itu tidak benar. Saat saya menggunakan mobil siaga desa, itu selalu seizin dan diketahui oleh kepala desa sk nya juga ada. Mungkin karena saya sering mengantar ke rumah sakit kasihan tidak ada yang mendapingi ketika dirawat, jadi muncul masalah seperti ini. Itu juga sudah lama, lebih dari dua bulan lalu,” ujar D.
Sementara itu, Abdul Kodir, Kepala Desa Imbanagara Raya, yang didampingi oleh Agus(Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciamis) dan Dikdik (Babinsa), menyebutkan bahwa masalah ini sebenarnya sudah cukup lama dan menurutnya merupakan permasalahan yang tidak terlalu besar.
“Permasalahan ini sudah lama, sekitar dua bulan lalu, dan sekarang ramai lagi. Ini sebenarnya permasalahan kecil,” kata Abdul Kodir.
Menariknya, pernyataan dari istri D justru memperkuat dugaan adanya komunikasi intens antara suaminya dan S. Dalam keterangannya, ia mengaku sempat menyadap isi percakapan di ponsel D.
“Saya pernah lihat ada chat ‘sayang’. Bahkan sekarang nomor itu sudah saya blokir, ungkapnya.
Diketahui, perempuan berinisial S kini sudah berada di luar kota, sementara suaminya tetap tinggal di Ciamis. Masyarakat berharap agar pihak desa segera menindaklanjuti masalah ini dengan transparan, demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa dan mencegah munculnya konflik sosial lebih luas di kemudian hari.
Polemik ini menjadi pengingat akan pentingnya etika, profesionalitas, dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas.
(Ape)






