KAB. BANDUNG, || Banjaran, Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Kecamatan Banjaran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula kecamatan Banjaran pada Selasa, 25 Februari 2025 ini mengusung tema “Optimalisasi pencapaian IPM dalam rangka mewujudkan kabupaten Bandung yang lebih Bedas.”
Musrenbang ini dibuka langsung oleh Camat Banjaran, Kasta Wiguna, dan dihadiri oleh 9 Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil VII, termasuk Dadang Hermayana, serta berbagai unsur lainnya, seluruh kepala desa, lembaga desa, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Banjaran.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang Hermayana menyampaikan pokok-pokok pikiran terkait perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan partisipatif dalam mencapai target pembangunan yang baik.
“Kecamatan merupakan salah satu perwujudan dari pendekatan partisipatif melalui permusyawarahan antar para pemangku kepentingan,” ujar Dadang Anggota DPRD Kabupaten Bandung
RKPD Kabupaten Bandung tahun 2026 akan disusun dengan berpedoman pada RPJMD tahun 2025-2030, dengan fokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dadang Hermayana menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bandung tahun 2026 diarahkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing kualitas manusia, sejalan dengan visi misi Kabupaten Bandung yang Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
Implementasi pembangunan akan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dengan meningkatkan sumber daya manusia, menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, mengoptimalkan partisipasi masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, dan menjaga tata kelola pemerintahan yang profesional.
Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menghasilkan kesepakatan dalam menyusun skala prioritas pembangunan. Aspirasi masyarakat akan diintegrasikan melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sehingga perencanaan dan penganggaran dapat berjalan konsisten.
“Mudah-mudahan dalam Musrenbang ini bisa menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman dalam bentuk menyusun data skala prioritas pembangunan dan menjadi bahan masukan juga menjadi proses bahan yang lebih lanjut dalam pembangunan di Kabupaten Bandung,” kata Dadang Hermayana.
(Asp )