KAB. CIAMIS, || Forum Masyarakat Peduli Cigayam(FMPC) meminta kepala Desa Cigayam,Kecamatan Banjaranyar,Kabupaten Ciamis, Dodi Heryadi diminta untuk mengundurkan diri.
Bukan hanya kepala desa mereka juga meminta semua staf desa ikut mengundurkan diri,lantaran mereka menduga bahwa kepala desa dan jajaranya ikut melakukan tidak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun 2024 yang sampai saat ini tidak jelas realisasinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Yanto selaku koordinator FMPC saat melakukan aksi demo dihalaman kantor Desa, Cigayam,”pada Jum’at (27/12/2024).
Dalam orasinya Yanto menyampaikan beberapa tuntutan,mulai dari permintaan penyauran Dana Bantuan Tunai (BLT) tahap 4 sebanayak 60 segera di bagikan,penyelesaiyan pembangunan beberapa posyandu yang mangkrak,juga keberlanjutan insfrastuktur jalan yang belum tuntas.
” Dan Yanto pun menuntut kepada pemerintah desa terutama kepala desa agar terbuka siapa saja orang – orang yang sudah menggunakan anggaran tersebut ” tegasnya.
Menurut Yanto mengatakan,sebenarnya masyarakat Desa Cigayam sudah mulai marah dengan sikap pemerintah desa yang seolah – olah terkesan santai dan saling lempar terkait permasalahan desa yang saat ini sedang terjadi.

” Maka dari itu masyarakat pun meminta baik kepala desa maupun perangkat nya untuk segera mengundurkan diri dari Jabatan nya, namun terlebih dahulu mereka juga harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka perbuat dimata Hukum ,”pungkasnya.
Kepala Desa Cigayam, Dodi Heryadi menyampaikan kesiapannya untuk mengundukan diri melepas jabatan.
“Lantaran dirinya mengaku tidak bisa memenuhi tuntutan warga untuk merealisasikan anggaran DD yang belum tuntas.
Dody mengatakan,memang anggaran Dana Desa untuk pengalokasian BLT serta infrastuktur desa saat ini anggaran tersebut sudah tidak ada.
“Maka dari itu, saya secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat desa Cigayam atas semberawut nya pengelolaan keuangan yang masuk ke pemerintah desa Cigayam,”jelasnya.
saat ini pihaknya mengaku tidak sanggup untuk menyalurkan anggaran anggaran itu termasuk BLT kepada masyarakat. Hal itu di karenakan uang tersebut saat ini sudah tidak ada lagi di desa.
“Maka dari itu, saya saat ini menyerahkan nasib saya selaku kepala desa di tangan masyarakat, dan saya pun pasrah terhadap segala keputusan yang di ambil oleh masyarakat,”ungkapnya.
Dodi juga mengatakan, meski masyarakat mendesak adanya keterbukaan mengenai kemana anggaran tersebut mengalir hingga tidak tepat sasaran, pihaknya hingga saat ini tidak bisa menjelaskan permintaan tersebut secara rinci.
“Intinya uang baik itu untuk BLT maupun infrastuktur sudah tidak ada, dan saya siap menerima segala konsekwensi nya apapun itu ,”tambahnya.
Menurut Dodi menambahkan,sebenarnya pihaknya mengaku sudah melakukan segala upaya untuk mencari solusi agar anggaran Dana Desa di tahun 2024 ini bisa secepatnya di salurkan.Namun kenyataan nya hingga saat ini dirinya menemui jalan buntu untuk solusi tersebut.
“Namun jika masyarakat bersedia memberikan waktu hingga akhir bulan desember nanti kepada kami khusus untuk penyaluran BLT, kami akan berusaha untuk merealisasikan nya,”pungkasnya.
(Mhr/Rvn).






