KUPANG, || Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Media Gathering bersama para jurnalis di Kota Kupang pada Jumat, (6/9 2024).
Acara yang berlangsung di Hotel Neo Kupang ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pengawasan Pemilu dan Pilkada 2024, serta mengawal pelantikan 65 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT yang baru saja mengucapkan sumpah/janji.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu NTT, Amrunur Muh Darwan, S.Si, mengapresiasi peran media dalam suksesnya Pemilu 2024 yang berlangsung pada 14 Februari lalu. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara Bawaslu, media, dan berbagai pihak telah berhasil menciptakan proses Pemilu yang adil, jujur, dan bebas dari pelanggaran signifikan.
“Selama proses Pemilu 2024 hingga pelantikan, tidak ada dugaan pelanggaran yang diproses di Bawaslu NTT. Ini berkat kolaborasi yang baik antara penyelenggara, pengawas, dan edukasi dari teman-teman media,” ungkap Amrunur.
Ia juga menegaskan pentingnya peran media dalam pengawasan Pilkada 2024, yang akan menjadi tantangan berat mengingat maraknya informasi di media sosial. Amrunur mengajak media untuk tetap netral, menyajikan pemberitaan yang berpihak pada kebenaran, serta mengedukasi masyarakat agar terhindar dari kampanye negatif dan isu SARA.
Sementara itu, Agustinus Tanggurame, S.Sos, Ketua Panitia Media Gathering, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan media dalam mengawasi jalannya Pemilu dan Pilkada serentak 2024 di NTT. Ia juga berharap media dapat membantu menyebarluaskan fungsi dan tanggung jawab Bawaslu kepada masyarakat.
Pemateri Dr. Syukur Muhaymin Adang Djaha, S.Sos, M.AP, dalam paparannya menekankan bahwa anggota DPRD NTT harus berkomitmen terhadap demokrasi dengan menjalankan tugas sesuai sumpah dan janji yang telah diucapkan. “Peran DPRD harus profesional, efektif, dan optimal dalam mendukung kehidupan demokrasi di NTT,” tegasnya.
Dengan media sebagai mitra strategis, Bawaslu NTT berharap Pilkada 2024 di NTT dapat berlangsung dengan sukses, transparan, dan demokratis.
Pada akhir acara, para peserta Media Gathering menyepakati pentingnya kolaborasi yang erat antara Bawaslu dan media untuk menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024. Media diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga sebagai agen edukasi yang dapat memfilter informasi yang tersebar di masyarakat, terutama dalam menghadapi serangan berita hoaks dan kampanye hitam yang kerap muncul di media sosial.
Amrunur Muh Darwan juga menambahkan bahwa Bawaslu NTT akan terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran selama proses Pilkada, termasuk dalam hal pengawasan terhadap kampanye dan pendistribusian logistik pemilu. Dia meminta media untuk terus menjaga independensi dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Media Gathering ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara Bawaslu NTT dan awak media, di mana berbagai isu seputar tantangan pengawasan pemilu dan strategi sinergi antara Bawaslu dan media menjadi fokus utama pembahasan. Para jurnalis yang hadir memberikan masukan terkait upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu serta pentingnya transparansi dalam setiap tahapan Pilkada.
Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu NTT berharap bahwa media akan semakin memperkuat perannya sebagai pilar keempat demokrasi, yang mampu menjaga integritas dan kredibilitas proses pemilihan di Provinsi NTT, khususnya dalam menghadapi Pilkada 2024 yang akan datang.
(DESSY)






