SERGAP.CO.ID
KEFAMENANU, || Beta Timor atau lebih dikenal sebagai Belah Tanah Timor adalah sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang berpusat di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ormas ini dibentuk pada tahun 2020 oleh pasangan suami istri, Yoseph Falentinus Dellasale Kebo, S.Ip, MA, dan Andina Winantuningtyas, A.Md, yang juga merupakan anggota DPRD TTU dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Falen Kebo, panggilan akrabnya, berbicara tentang misi kemanusiaan Beta Timor dalam melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan. Purnawirawan TNI AD ini menjelaskan pentingnya berpikir untuk membantu sesama dan bagaimana ia memutuskan untuk pensiun dini dari TNI AD agar bisa fokus pada ormas Beta Timor.
Beta Timor memiliki dua program utama, yaitu menyediakan mobil ambulance dan mobil jenazah untuk melayani jenazah, serta menyediakan peti jenazah bagi masyarakat yang tidak mampu. Mereka telah menyediakan 4 unit mobil jenazah untuk beberapa kabupaten di wilayah NTT yang memiliki kondisi jalan ekstrem.
Falen Kebo menjelaskan bahwa mereka hanya mengenakan tarif bensin kepada pengguna ambulance demi menjaga operasional kendaraan tersebut. Selain itu, mereka memberikan pelayanan penguburan jenazah secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu.
Ormas Beta Timor juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam melaksanakan misi kemanusiaan mereka, termasuk menyediakan driver untuk mobil jenazah selama 24 jam.
” Sejauh ini program Ormas Beta Timor salah satunya menyediakan 4 unit pelayanan mobil jenasah kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka. Mengingat kondisi jalan ekstrem banyak ambulance menolak melayani sehingga kami tetap melayani meskipun dibatasi jarak yang jauh” Ungkapnya.
Bukan hanya itu saja dalam program donasi peti jenazah, ia telah menyediakan 125 peti jenazah dalam satu tahun, dengan sebagian dialokasikan setiap bulan. Semua donasi ini dilakukan secara sukarela oleh Falen Kebo, sebagai bentuk komitmennya untuk membantu orang lain.
Falen Kebo menjelaskan bahwa ketertarikannya pada bantuan sosial khususnya kematian adalah panggilan karena menurutnya kematian adalah sesuatu yang tidak bisa direncanakan, dan ia ingin membantu masyarakat yang berduka agar lebih siap dalam persiapan acara pemakaman.
Ormas Beta Timor juga berkomitmen untuk menjalankan program-program mereka selama setahun penuh dan telah membuka peluang pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) bagi para anggota ormas muda. Mereka juga menyediakan perpustakaan keliling dan berbagai kegiatan olahraga.
Sasaran utama Beta Timor adalah membantu masyarakat yang terpinggirkan dan termarjinalkan, dan mereka sangat berhati-hati dalam penyaluran bantuan mereka.
” Kalau dibilang saya berlebih tidak juga, saya hanya berkomitmen memulai tidak hanya menunggu sambil berangan-angan” tambahnya.
Dala hal kesuksesannya Falen Kebo berbagi tiga kunci kunci : komitmen, kejujuran, dan menjaga mulut. Ia merasa bahwa dengan tiga prinsip ini, ia telah memperoleh banyak kepercayaan dari masyarakat.
” Saya hidup merantau dengan 3 hal ini terbukti inilah yang saya investasi sehingga banyak kepercayaan didapat. Segala sesuatu Sudah diatur apapun yang kita perlu lakukan ya,kita lakukan” tuturnya.
Perlu diketahui saat ini, Pengurus Ormas Beta Timur telah tersebar di 196 desa dan 24 kecamatan, dan mereka berencana untuk membuka lebih banyak cabang di wilayah TTS, Malaka, dan Kabupaten Kupang. Falen Kebo merasa puas dengan apa yang telah ia capai, dan ia menekankan bahwa orientasinya adalah membantu sesama.
(Dessy)






