SERGAP.CO.ID
NTT, || Tensi politik di Provinsi NTT semakin memanas menjelang Pemilihan Gubernur NTT 2024, meskipun pemilihan tersebut baru akan diadakan pada November 2024 setelah Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.
Dalam suasana politik yang semakin hangat, figur calon Gubernur NTT mulai bermunculan dan melakukan safari politik di berbagai wilayah NTT. Salah satu calon yang mendapat perhatian adalah Fransiskus Xaverius Lara Aba, atau yang lebih dikenal sebagai Frans Aba.
Frans Aba telah mengunjungi Kabupaten Flores Timur dalam rangka safari politiknya, dan mendapat dukungan serta simpati dari komunitas sopir travel yang tergabung dalam Garda Nagi Rentcar (GNR). Komunitas sopir ini bukan hanya kagum dengan visi dan ide-ide Frans Aba untuk membangun NTT, tetapi juga menyampaikan harapan serta keluhan terkait kepemimpinan di masa depan.

Sekretaris GNR, Yulius David Tadon, mengungkapkan pandangannya bahwa pemimpin atau Gubernur NTT 2024 seharusnya lebih dari sekadar cerdas. Yang diperlukan adalah pemimpin yang bijaksana, peka terhadap kebutuhan rakyat, dan peduli terhadap nasib Provinsi NTT.
Menurut Yulius, salah satu fokus utama bagi pemimpin baru adalah menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat NTT, yang sesuai dengan nilai Pancasila, terutama Sila ke-5 tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Bagi Yulius, pemimpin yang tidak mampu melaksanakan keadilan sosial sejati, tidak layak memimpin.
Yulius juga menekankan perlunya pendidikan politik bagi rakyat agar mereka dapat memilih pemimpin dengan bijaksana. Ia menegaskan bahwa apa yang diperlukan bukanlah janji-janji kosong dari pemimpin sebelumnya, tetapi kebijakan konkret yang dapat memenuhi kebutuhan rakyat.
Komunitas sopir GNR tertarik dengan gagasan visioner Frans Aba yang mengutamakan pemberdayaan profesi lokal dan mengatur bisnis di wilayah NTT agar tidak didominasi oleh pihak-pihak besar. Mereka mengapresiasi fokus Frans Aba pada para pekerja lokal dan mendukung regulasi yang melindungi dan memberdayakan mereka.
Dengan semakin hangatnya situasi politik di Provinsi NTT menjelang Pemilihan Gubernur 2024, harapan dan tuntutan untuk pemimpin yang adil, bijaksana, dan peduli terhadap nasib rakyat semakin kuat terdengar dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk komunitas sopir seperti GNR.
(DessY)






