SERGAP. CO.ID
SIJUNJUNG, || Miris, semakin maraknya pencegahan tentang tindak pidana korupsi, semakin menjamur pula praktek-praktek korupsi terselubung.
Yang penting ada kesempatan disitu dilakukan lah niatnya dan tak segan-segan menggunakan rekening buruh harian lepas. Keterlibatannya hanya sekedar untuk mencairkan uang kegiatan yang diberi imbalan Rp 300-400,sekali pencairan.
Dari data yang dirangkum burus yang dimaksud khusus mengambil uang pencairan. 
Semua informasi dirangkum saat tim investigasi dari Lsm Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Sumba rbeberapa waktu lalu.
Salah seorang warga yang tinggal
di daerah Bukit Bual sebut namanya Abcai 50 tahun Menyebutkan dianya termasuk salah seorang yang pernah jadi pekerja mengatakan : terkait pekerjaan perambahan di wilyah Sijunjung itu kebanyakan Over lab. Yang sangat menjolok terjadi 2023. Kalau ditahun -tahun sebelumnya tidak begitu menjolok. Ucapnya.
Dikatakan lebih lanjut kondisi pemakaian rek teman kerja saya benar adanya
Teman saya tersebut hanya sebagai pencairan rek di Bank. Selanjutnya uang diserahkan kepetugas satker wilah V yang telah menunggu di Kantor PU Sijunjung. Yang saya dengar sudah ada dua kali pencairan selama bulan ramadhan, sedangkan penciran awal sebelum bulan puasa.
Yang sangat memilukan disaat pencaiaran, ketika teman saya mengantar uang tersebut pada DM, malah disebut uang kurang satu juta. Padahal uang tersebut dihitung oleh teler bank dan dimasukan ke kantong yang telah disediakan pihak bank,tanpa di buka. Yang perlu diketahui saat pencairan teman saya di beri imbalan 300-400 rb. Ujarnya lagi.
Kondisi tersebut kalau tidak segera dibenahi dan ditindaklanjuti bakal terjadi merugikan keuangan negara. Dilihat dengan kasat mata kegiatan diduga sarat “over lab”.
Hal tak jauh beda juga dibenarkan oleh salah seorang anggota Lsm di Sijunjung WS, dikatakannya : sangat kecewa dengan apa yang dilakukan DM. Jelas-jelas yang dilakukan DM baik tentang pekerjaan maupun tentang pencairan dana,malah mencoba membela diri dengan mengatakan yang dikonfirmasi dari LSM BPKP merupakan fitnah. Sebagai Lembaga sosial kontrol yang berkiprah di daerah Sijungjung telah berupaya menyampaikan dengan baik pada DM,agar segera menghubungi LSM BPKP, untuk menjelaskan segala sesuatunya sebelum pemberitaan mengapung dari gruop BPKP Sumbar. Namun tak di indahkan sama sekali. Jelas WS Pada media ini.
Terkait temuan hasil investigasi Tim BPKP Sumbar ke Sijunjung beberapa waktu lalu, ketika DM dikonfirmasi via WA mrnjawab kalau untuk konfirmasi silakan datang ke kantor.
Dir BPKP Sumbar Rahmatsyah mengatakan : Dengan data dan fakta yang kita rangkum dilapangan akan segera kita telusuri ke dinas terkait.Akan kita buat laporan resmi, sehingga para penjarah uang negara dan masyarakat dapat di tuntut secara hukum berlaku di NKRI.
(Zam Zam)






