SERGAP.CO.ID
MELOLO, || Babinsa Koramil 02/Melolo Kodim 1601/Sumba Timur Serma Alfredo Lopes menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi penanganan penurunan stunting di kantor Kecamatan Paberiwai, kabupaten Sumba Timur. Kamis, (01/12/2022).
Stunting merupakan masalah gizi kronis, yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang lama. Stunting terjadi karena asupan makanan kedalam tubuh tidak sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan, dan itu terjadi dari mulai di dalam kandungan serta baru terlihat setelah usia 2 tahun. Selain pertumbuhan tubuh terhambat, stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif anak.
Tujuan dilaksanakannya rembuk stunting adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan dalam peningkatan stunting serta meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, pemantauan dan evaluasi, serta sosialisasi dan komunikasi bebas stunting.
Babinsa Koramil 02/Melolo Serma Alfredo mengatakan, dalam rapat tersebut dijelaskan upaya penurunan stunting dapat dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung.
Dalam hal ini TNI khususnya Koramil juga sudah melakukan upaya penurunan stunting dengan pelaksanaan yaitu pembersihan lingkungan sekitar, guna menjaga kesehatan lingkungan masyarakat Wilayah Koramil 02/Melolo.
“Mari budayakan hidup bersih dan sehat serta melaksanakan perbaikan gizi dalam keluarga untuk mencegah stunting” ucap Serma Alfredo Lopes.
(Ms/Sergap)






