Puskesmas Oepoi Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Bentuk Kader Remaja hingga Dampingi ODGJ

Caption : Ratnasari Kinanggi, Amd. Kep S Psi , M. Psi.,Psikolog

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Puskesmas Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat pelayanan kesehatan jiwa melalui pembentukan kader di sekolah, skrining dini, konseling, hingga pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan keluarganya.

Bacaan Lainnya

Programmer Kesehatan Jiwa Puskesmas Oepoi, Ratnasari Kinanggi, Amd.Kep., S.Psi., M.Psi., Psikolog, kepada media ini Selasa (13/10/2026), mengatakan remaja menjadi salah satu kelompok prioritas karena hasil skrining menunjukkan adanya siswa yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Menurut Ratnasari, pembentukan kader kesehatan jiwa bertujuan mendorong kepedulian antarteman sebaya sekaligus membantu deteksi dini masalah psikologis di lingkungan sekolah.

“Kami ingin membangun gerakan dari remaja, untuk remaja,” ujarnya.

Sejumlah sekolah telah membentuk kader kesehatan jiwa, di antaranya SMK Santi Karya dan SMA Negeri 3 Kupang. Puskesmas Oepoi juga melakukan skrining kesehatan fisik dan psikologis secara gratis di sekolah.

Siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan akan diarahkan ke puskesmas melalui koordinasi dengan guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas.

– Pendampingan ODGJ hingga Kunjungan Rumah

Selain menyasar remaja, Puskesmas Oepoi memberikan perhatian kepada pasien gangguan jiwa berat melalui kunjungan rumah, konseling, edukasi, dan pendampingan keluarga.

Ratnasari menjelaskan, keluarga juga membutuhkan dukungan karena proses merawat pasien dengan gangguan jiwa berat dapat berlangsung panjang dan menghadirkan tantangan emosional.

Petugas melakukan pemantauan kondisi pasien, mendukung konsistensi pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan, serta memberikan edukasi kepada keluarga.

Untuk mempermudah akses pelayanan, puskesmas juga memfasilitasi antar-jemput pasien pada jam kerja. Jika diperlukan, pasien dirujuk atau dikoordinasikan dengan rumah sakit yang memiliki layanan spesialis kesehatan jiwa.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Oepoi menyediakan ruang konseling dan didukung tenaga psikolog.

-Ratusan Kasus Tercatat Sejak 2021

Ratnasari mengungkapkan, jumlah pasien dengan gangguan jiwa berat yang ditangani sejak 2021 telah mencapai ratusan kasus. Sementara itu, masalah kecemasan dan depresi juga menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan jiwa.

Ia menyebutkan, jumlah pasien dalam kelompok pelayanan tertentu berkisar 30–40 orang, belum termasuk kasus lain yang ditemukan melalui skrining dan penelusuran lebih lanjut.

Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi biologis, tekanan sosial, dan persoalan ekonomi. Karena itu, deteksi dini dan penanganan profesional diperlukan agar keluhan tidak berlarut-larut.

Puskesmas Oepoi juga bekerja sama dengan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan unsur TNI melalui Koramil untuk mendukung pendampingan pasien. Salah satu bentuk dukungan lintas sektor ialah membantu koordinasi bantuan rumah layak huni bagi seorang pasien di wilayah Liliba yang mengalami keterbatasan ekonomi.

-Masyarakat Diminta Tidak Takut Mencari Pertolongan

Ratnasari mengingatkan bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan bagi pasien maupun keluarga dalam mengakses layanan kesehatan jiwa.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala seperti kecemasan berkepanjangan, rasa gelisah, kesedihan terus-menerus, dan kesulitan berkonsentrasi, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Mari kita membangun kesadaran untuk memperhatikan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikis. Jika ada gejala yang mengganggu, segera periksakan diri ke layanan kesehatan terdekat,” imbaunya.

Wilayah kerja Puskesmas Oepoi meliputi Kelurahan Kayu Putih, Oebufu, Tuak Daun Merah (TDM), dan Liliba.

Melalui pembentukan kader remaja, skrining dini, serta pendampingan pasien dan keluarga, Puskesmas Oepoi berharap akses pelayanan kesehatan jiwa semakin terbuka dan masyarakat tidak lagi ragu mencari bantuan profesional.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *