SUBULUSSALAM, || Perjalanan panjang pemilihan Keuchik Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, akhirnya menemukan titik temu. Setelah melalui dua putaran pemungutan suara yang ketat, Ansari, calon nomor urut 02, resmi terpilih sebagai Keuchik Pulo Kedep periode mendatang.
Pada putaran kedua yang digelar Kamis, 10 September 2026, Ansari meraih 652 suara. Ia unggul 127 suara atas pesaingnya, Adeni Bako, nomor urut 03, yang memperoleh 525 suara.
Rekapitulasi di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) menunjukkan konsistensi keunggulan Ansari. Di TPS 001, ia meraih 313 suara berbanding 266 suara milik Adeni Bako. Sementara di TPS 002, Ansari kembali unggul dengan 339 suara, sedangkan Adeni Bako 259 suara.
Hasil putaran kedua ini merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang berlangsung sengit dengan diikuti tiga kandidat. Pada putaran pertama, Abdulrahman nomor urut 01 memperoleh 330 suara. Sementara Ansari dan Adeni Bako sama-sama mengantongi 431 suara.
Kondisi imbang antara Ansari dan Adeni Bako itulah yang kemudian mengharuskan pemilihan dilanjutkan ke putaran kedua.
Menanggapi hasil akhir tersebut, Penjabat (Pj) Keuchik Pulo Kedep, Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia mengucapkan selamat kepada Ansari yang telah terpilih melalui mekanisme demokrasi yang jurdil dan demokratis.
Pj Keuchik juga menitipkan pesan mendalam kepada keuchik terpilih agar senantiasa berbaik sangka kepada siapapun ketika nantinya menghadapi seluruh warga masyarakat Pulo Kedep dengan berbagai macam latar belakang. “Pemimpin adalah pelayan. Dan menjadi pelayan yang baik adalah merupakan ibadah yang sangat mulia,” ujar Ustadz. Agus, sapaan akrabnya.
Ia juga meminta kepada kandidat yang belum terpilih untuk berbesar hati dan bersabar. “Selamat kepada yang terpilih dan yang belum terpilih saya berharap berbesar hati dan bersabar. Inilah demokrasi. Jika siap berkompetisi, juga harus siap menang dan siap kalah,” ujar Agustari.
Menurut dia, esensi demokrasi di tingkat kampong bukan semata soal menang dan kalah, melainkan tentang kesiapan untuk tetap bersama membangun kampong setelah kompetisi selesai.
Ia pun berharap masyarakat Pulo Kedep tetap menjaga persatuan dan kondusivitas, serta memberikan dukungan penuh kepada keuchik terpilih untuk membawa Pulo Kedep menjadi lebih maju.
(D@r)






