KAB. BANYUWANGI, || Persoalan akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat Dusun Wangkal, RT 05/RW 02, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan antara LSM Harimau DPC Banyuwangi dengan pihak Perhutani, Senin (24/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di kantor Perhutani Banyuwangi tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus koordinasi untuk mencari solusi atas kebutuhan akses jalan masyarakat yang dinilai penting bagi aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.
Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi, Yusuf Kurniawan yang akrab disapa Iwan, bersama jajaran pengurus KSB, diterima pihak Perhutani, di antaranya Cristin bersama Humas Perhutani Wilayah Barat dan Misyono dari bidang sosial kemasyarakatan.
Dalam pertemuan itu, LSM Harimau menyampaikan aspirasi masyarakat Wangkal yang berharap adanya kepastian mengenai akses jalan yang selama ini dimanfaatkan warga. Menurut Iwan, akses tersebut memiliki peran penting dalam menunjang berbagai kebutuhan masyarakat, sehingga diperlukan komunikasi antara warga, Perhutani, serta pihak-pihak terkait.
“Kami ingin membangun komunikasi dan mencari solusi bersama, sehingga kepentingan masyarakat terkait akses jalan dapat diperhatikan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, LSM Harimau tidak bermaksud mengabaikan ketentuan yang berlaku di kawasan Perhutani. Sebaliknya, pihaknya mendorong agar persoalan tersebut dibahas secara terbuka sehingga dapat ditemukan jalan keluar yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekaligus kewenangan pengelola kawasan.
Menurutnya, koordinasi menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi dan status akses jalan yang digunakan warga dapat diketahui secara jelas. Dengan demikian, pembahasan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan dan ketentuan yang berlaku.

Dari pihak Perhutani, Misyono selaku Humas Sosial Kemasyarakatan Perhutani Wilayah Barat menyambut baik kedatangan LSM Harimau untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi.
Misyono menyampaikan bahwa aspirasi serta permintaan masyarakat mengenai akses jalan yang berada di atas atau berkaitan dengan tanah Perhutani akan disampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
“Kami berterima kasih atas kedatangan Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi bersama jajaran pengurus untuk silaturahmi dan koordinasi. Semua permintaan dan pengajuan terkait jalan akan kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Misyono.
Ia menjelaskan, pihak Perhutani juga akan berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk menindaklanjuti kondisi jalan tersebut. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk melihat secara langsung akses yang setiap hari digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.
Setelah proses koordinasi dan pengecekan dilakukan, keputusan selanjutnya akan mengikuti arahan pimpinan Perhutani. Hasil perkembangan maupun keputusan tersebut akan disampaikan kepada Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi dan masyarakat Kalipuro melalui komunikasi yang telah dibangun.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan adanya ruang dialog antara kelompok masyarakat dengan pengelola kawasan untuk membahas kebutuhan publik tanpa mengesampingkan aspek regulasi dan kewenangan masing-masing pihak.
LSM Harimau DPC Banyuwangi menegaskan akan terus mendorong komunikasi konstruktif dengan Perhutani dan pihak terkait. Organisasi tersebut berharap pembahasan akses jalan Wangkal dapat menghasilkan solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat serta tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya koordinasi lanjutan dan pengecekan lapangan, persoalan akses jalan diharapkan dapat ditangani secara bertahap melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta pengelolaan kawasan Perhutani.
(Red & Team)






