Satlantas Polres SBD Buka Stand Layanan SIM di Jelajah Negeri Anti Korupsi KPK

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA BARAT DAYA, || Satlantas Polres Sumba Barat Daya membuka stand layanan publik dalam rangka mendukung kegiatan Jelajah Negeri Anti Korupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kehadiran layanan tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi masyarakat mengenai prosedur pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang resmi, transparan dan sesuai ketentuan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung Kamis (13/8/2026) sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WITA di Tambolaka Culinary Center (TCC), Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Unit Regident SIM Satlantas Polres Sumba Barat Daya memberikan informasi langsung kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Edukasi mencakup berbagai hal mendasar yang perlu diketahui pemohon sebelum mengurus SIM, mulai dari persyaratan hingga tahapan pelayanan.

Sejumlah materi yang disampaikan antara lain persyaratan pembuatan SIM, bimbingan belajar (bimbel) teori SIM, serta pengenalan aplikasi SINAR (SIM Nasional Presisi).

Kehadiran stand layanan SIM dalam kegiatan yang mengusung semangat antikorupsi tersebut memiliki relevansi penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan, tetapi juga informasi yang jelas mengenai prosedur, persyaratan dan jalur resmi yang harus ditempuh.

Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan tidak mudah tergoda menggunakan jalur tidak resmi atau pihak perantara yang menawarkan kemudahan dalam pengurusan SIM dengan imbalan tertentu.

Dari sisi pelayanan publik, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya praktik yang menyimpang. Masyarakat yang mengetahui prosedur resmi akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menolak apabila terdapat pihak yang menawarkan pengurusan di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Stand layanan tersebut dilayani Baur SIM Aipda Nirwan, S.H., bersama dua personel Unit Regident SIM Satlantas Polres Sumba Barat Daya.

Petugas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi secara langsung terkait proses pelayanan SIM. Masyarakat dapat menanyakan persyaratan maupun mekanisme yang harus dipenuhi sebelum melakukan pengurusan.

Keterlibatan Satlantas dalam kegiatan Jelajah Negeri Anti Korupsi juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya pelayanan publik yang lebih terbuka. Edukasi langsung dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pemohon layanan, tetapi juga memahami pentingnya mengikuti prosedur resmi.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap proses pengurusan SIM dilakukan melalui mekanisme yang sah. Menghindari penggunaan jasa perantara yang tidak resmi merupakan salah satu langkah sederhana untuk ikut mendorong terciptanya pelayanan yang bersih dan transparan.

Melalui stand layanan tersebut, Satlantas Polres Sumba Barat Daya berupaya mendekatkan informasi pelayanan kepada masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung.

Kegiatan di Tambolaka Culinary Center tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelayanan publik yang bersih membutuhkan dua pihak sekaligus: petugas yang transparan dan masyarakat yang patuh terhadap prosedur resmi

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *