KAB. LUMAJANG, || Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polres Lumajang menggelar ziarah dan tabur bunga di Monumen Perjuangan Polri di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara sekaligus momentum mengenang jasa para polisi pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno, para pejabat utama Polres Lumajang, para Kapolsek jajaran, serta anggota Polres Lumajang.
Sebelum menuju Monumen Perjuangan Polri di Tumpeng, rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Lumajang. Dalam kegiatan tersebut dilakukan peletakan karangan bunga dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Monumen Tumpeng, sebuah situs bersejarah yang menjadi simbol perjuangan anggota Polri dalam mempertahankan kedaulatan negara. Suasana khidmat mewarnai prosesi tabur bunga yang diikuti seluruh peserta kegiatan.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan bahwa ziarah dan tabur bunga merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan menjelang Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu Polri yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.
“Tradisi ziarah dan tabur bunga ini rutin kita laksanakan setiap tahun, baik menjelang Hari Bhayangkara maupun peringatan nasional lainnya. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada para polisi pejuang yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Kapolres, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai sarana refleksi bagi seluruh personel Polri. Melalui momentum ini, anggota Polri diajak untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, loyalitas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan para pendahulu.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada seluruh personel agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan tugas Polri saat ini berbeda dengan masa perjuangan fisik dahulu. Jika para polisi pejuang berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka Polri masa kini dituntut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.
AKBP Alex menegaskan bahwa semangat juang para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi Polri saat ini sebagai motivasi dalam menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, lanjutnya, menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat komitmen mewujudkan institusi yang semakin profesional, presisi, dan dekat dengan masyarakat. Melalui ziarah dan tabur bunga tersebut, Polres Lumajang berharap nilai patriotisme, pengabdian, dan semangat juang para pahlawan dapat terus menjadi inspirasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
“Semangat para pahlawan dan polisi pejuang harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas Polri demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Iwan)






