Diplomasi Olahraga dan Sinergi Antar-Institusi: Rektor Undana Raih Juara III Kejurnas ATPI 2026 sebagai Modal Kolaborasi Akademik Nasional

SERGAP.CO.ID

BALI, || Prestasi olahraga di tingkat nasional terbukti menjadi instrumen strategis bagi penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi.

Bacaan Lainnya

Hal ini dibuktikan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Prof. Ir. Alfirano, S.T., M.T., Ph.D., berhasil meraih Juara III Nasional pada kategori Ganda Profesor Eksekutif dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI) 2026.

Kompetisi yang berlangsung di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali, pada 11–14 Juni 2026 tersebut diikuti oleh sekitar 110 profesor dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Dalam babak penyisihan hingga semifinal, pasangan Prof. Jefri Bale dan Prof. Alfirano menampilkan konsistensi taktis dan kekompakan yang solid, termasuk saat menumbangkan pasangan Prof. Syahrial Bakhtiar, M.Pd., dan Prof. Ahmad Wira.

Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan kedisiplinan fisik, tetapi juga validasi empiris bahwa sinergi kepemimpinan yang terbangun dalam ekosistem akademik dapat ditransformasikan secara efektif ke dalam dinamika kompetisi olahraga. Atas capaian tersebut, penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Lebih dari sekadar pencapaian atletik, Kejurnas ATPI 2026 difungsikan sebagai platform diplomasi informal dan ruang diskusi kebijakan pendidikan tinggi.

Pada 12 Juni 2026, rangkaian turnamen dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tenis Harmoni dan Peran Profesor Mewujudkan Program Kemdiktisaintek Berdampak”.

Forum ini menjadi wadah bagi para rektor dan guru besar untuk merumuskan solusi atas tantangan mutu pendidikan, penguatan riset, serta hilirisasi pengabdian masyarakat. Wamen Diktisaintek menegaskan bahwa nilai kebersamaan yang terbangun selama turnamen harus dikonversi menjadi penguatan tata kelola kampus guna mendukung program Kampus Berdampak.

Bagi Undana, partisipasi aktif dan prestasi yang diraih Prof. Jefri Bale memiliki implikasi strategis bagi perluasan kolaborasi trans-universitas. Ajang ini bertransformasi menjadi ruang lobi yang efektif untuk membangun kemitraan yang lebih cair dan dinamis dengan pemangku kepentingan dari berbagai kampus ternama di Indonesia.

 

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya membangun kesehatan dan sportivitas, tetapi juga memperkuat jejaring akademik yang pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkas Prof. Jefri Bale optimistis.

Dengan demikian, diplomasi tenis di Bali telah membuktikan diri sebagai katalisator bagi percepatan sinergi institusional, sekaligus mengukuhkan posisi Undana dalam peta kolaborasi pendidikan tinggi nasional yang berdampak luas.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *