SERGAP.CO.ID
KABUPATEN CIREBON || Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sujito, memberikan klarifikasi terkait keluhan warga RT 1 dan RT 2 mengenai bau menyengat dari aktivitas gudang pengolahan limbah pakan ternak di Jalan Ir. Soekarno.
Sujito menjelaskan, perusahaan yang beroperasi di lokasi tersebut menyewa tanah bengkok milik desa. Selama ini, keberadaannya dinilai memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat sekitar.
“Perusahaan itu menyewa tanah desa dan selama ini banyak memberikan kontribusi. Mereka membantu perbaikan jalan melalui penyiraman debu dengan mobil tangki, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan lingkungan,” ujar Sujito, Senin (22/6/2026).
Kontribusi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Lebih lanjut, Kuwu Sampiran menyebut perusahaan tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan aktif memberikan bantuan sosial.
“Manfaatnya cukup banyak, mulai dari menyerap tenaga kerja, membantu kegiatan masyarakat, hingga memberikan kontribusi kepada desa. Jalan yang sebelumnya banyak rusak juga mendapat perhatian dari pihak perusahaan,” katanya.
Soal Perizinan dan Keluhan Bau
Terkait perizinan, Sujito menegaskan perusahaan telah menempuh prosedur yang berlaku, termasuk izin lingkungan dengan pelibatan masyarakat.
“Prosedurnya seperti biasa, melalui izin lingkungan. Dalam prosesnya tentu melibatkan masyarakat. Namun biasanya ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, itu hal yang wajar,” ungkapnya.
Kuwu tidak menampik adanya keluhan warga terkait bau dari aktivitas pengolahan limbah. Ia menyebut perusahaan telah berupaya menangani keluhan tersebut melalui pemberian bantuan sosial kepada warga sekitar.
“Ada warga yang mengeluhkan bau. Karena itu perusahaan juga memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Berdiri Sejak 2017
Sujito menambahkan, gudang pengolahan limbah pakan ternak tersebut telah beroperasi sejak tahun 2017, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kuwu Desa Sampiran.
“Perusahaan itu sudah ada sejak tahun 2017, sebelum saya menjadi kuwu. Selama ini mereka juga membantu musala-musala dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” pungkasnya.
(Ags)






