Petani Kampung Ciwalang Antusias Ikuti Sosialisasi Budidaya Jagung Hibrida Bersama KKN Unsil

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Upaya meningkatkan kapasitas petani dan mendorong produktivitas pertanian terus dilakukan di Desa Jatiwaras, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program Tandur (Tata Agro Nyata Desa Unggul Rahayu), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar sosialisasi budidaya jagung hibrida kepada para petani di Kampung Ciwalang RT 06 RW 03, Desa Jatiwaras. Senin 22/6/2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti puluhan petani tersebut bertujuan memberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai budidaya jagung hibrida sebagai salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan. Program ini mengusung semangat “Bersama Kita Wujudkan Pertanian Maju, Petani Sejahtera, Desa Unggul Berdaya Saing”.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN Unsil menjelaskan sejumlah keunggulan jagung hibrida dibandingkan varietas konvensional. Di antaranya adalah hasil panen yang lebih tinggi, ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, umur panen yang lebih singkat, kualitas biji yang lebih baik, serta nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Kehadiran sekitar 33 mahasiswa KKN Unsil mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi tulang punggung sektor pertanian di wilayah tersebut. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi penyuluhan dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Ketua Kelompok Tani setempat, Halil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unsil yang telah berbagi ilmu kepada para petani di Kampung Ciwalang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan petani mengenai teknologi dan metode budidaya pertanian yang lebih modern.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Unsil yang telah memberikan edukasi kepada para petani. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan sehingga hasil pertanian masyarakat semakin meningkat,” ujar Halil.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Jatiwaras, Edeng Ahmad Sobari, Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jatiwaras, Rully, serta pengelola program, Beti. Kehadiran unsur pemerintah desa dan penyuluh pertanian menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Kepala Desa Jatiwaras, Edeng Ahmad Sobari, mengaku bangga dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa Unsil yang telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga terhadap mahasiswa yang telah memberikan pengetahuan dan edukasi kepada para petani di wilayah kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam mendukung kemajuan sektor pertanian desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPP Jatiwaras, Rully, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penyuluhan pertanian dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, transfer ilmu dari perguruan tinggi kepada petani merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Alhamdulillah, kehadiran adik-adik mahasiswa Unsil sangat membantu para petani, khususnya di Kampung Ciwalang Desa Jatiwaras. Materi yang disampaikan memberikan tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujarnya.

Di sisi lain, para petani berharap sosialisasi tidak berhenti pada pemberian materi semata, tetapi juga dapat dilanjutkan dengan pendampingan lapangan agar penerapan budidaya jagung hibrida berjalan optimal. Mereka menilai tantangan seperti pemilihan benih, pengendalian hama, hingga pemasaran hasil panen masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Melalui program Tandur dan kegiatan KKN Unsil ini, diharapkan lahir sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju. Dengan pemanfaatan teknologi budidaya yang tepat, produktivitas jagung dapat meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan petani dan terwujudnya desa yang unggul serta berdaya saing.

(Agus Nur Mk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *