FPK Kota Tasikmalaya Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Peran Strategis Dalam Memperkuat Pembauran Kebangsaan

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan eksistensi dan peran strategisnya dalam menjaga harmonisasi masyarakat melalui kehadiran pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Bale Kota Tasikmalaya, Senin (1/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kehadiran FPK Kota Tasikmalaya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan FPK sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan pembauran kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Diundangnya FPK oleh Pemerintah Kota melalui Sekretariat Daerah menjadi indikator bahwa organisasi ini memiliki posisi penting dalam mendukung terciptanya stabilitas sosial dan harmonisasi kehidupan masyarakat.

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut dipimpin oleh Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, selaku Inspektur Upacara dan diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Karang Taruna, BAZNAS, OJK, Kementerian Agama, serta berbagai unsur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan kehidupan sosial masyarakat Kota Tasikmalaya.

Bagi FPK Kota Tasikmalaya, momentum Hari Lahir Pancasila memiliki nilai strategis yang sangat relevan dengan tugas pokok organisasi. Sebagai forum yang dibentuk untuk memperkuat pembauran kebangsaan, FPK memiliki tanggung jawab moral untuk terus membangun komunikasi, mempererat hubungan antar etnis, suku, budaya, dan golongan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan oleh Plh. Wali Kota Tasikmalaya, ditegaskan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup (living ideology) dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu mempersatukan keberagaman Indonesia dan menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional.

Pesan tersebut sejalan dengan visi dan misi FPK Kota Tasikmalaya yang terus mendorong terbangunnya masyarakat yang saling menghargai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, pembauran kebangsaan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga persatuan serta mencegah munculnya potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

 

Kehadiran FPK dalam upacara kenegaraan ini juga menjadi bukti bahwa organisasi terus aktif mengambil bagian dalam berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan wawasan kebangsaan. Selain memperlihatkan eksistensi organisasi di tengah masyarakat, momentum ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, FPK Kota Tasikmalaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat semangat gotong royong, menjaga toleransi, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa.

Dengan semangat Pancasila dan pembauran kebangsaan yang kokoh, FPK Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang aman, damai, harmonis, maju, dan bermartabat.

“Kehadiran FPK dalam Upacara Hari Lahir Pancasila merupakan cerminan komitmen organisasi untuk terus menjaga persatuan, memperkuat pembauran kebangsaan, serta merawat harmoni sosial dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *