PARIS, || Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand) Bobby Lianto, tak main-main dalam misi mempromosikan produk unggulan Nusa Tenggara Timur ke kancah internasional.
Begitu tiba di Paris, Kamis (7/5/2026) pagi, ia langsung meluncur ke KBRI Paris untuk bertemu Atase Perdagangan Harry Putranto langkah strategis membuka pintu ekspor produk NTT ke Eropa.
Dalam pertemuan itu, Harry menjelaskan bahwa pasar Eropa memang ketat: regulasi, standar kualitas, dan proses sertifikasi harus dipenuhi dengan cermat.
Tapi, “Kalau sudah lolos, produk bisa bertahan lama dan punya peluang besar menembus seluruh Eropa,” ujarnya.
Bobby pun setuju. Ia mengakui potensi pasar Eropa sangat besar, tapi tantangannya juga nyata biaya logistik tinggi dan persyaratan rumit yang sering jadi penghalang bagi UMKM.
“Namun, jika kita bisa masuk ke Paris, gerbang Eropa Barat dan Timur terbuka lebar,” tegasnya.
Yang menarik, Bobby datang tidak dengan tangan kosong. Ia membawa Coklat Ghaura, produk ikonik asal Pulau Sumba yang punya sejarah gemilang di Paris.
Tahun 2015, biji kakao dari perkebunan Ghaura milik PT Timor Mitra Niaga (didirikan oleh Hengky Lianto, ayah Bobby) menjadi kakao Indonesia pertama yang meraih International Cocoa Awards di Paris penghargaan bergengsi dunia coklat.
Empat tahun kemudian, Bobby bersama Leimena mendirikan pabrik coklat pertama di NTT dengan nama Ghaura Coklat, sebagai bentuk penghargaan pada desa asal kakao di Sumba Barat. Sejak diluncurkan perdana di Salon du Chocolat Paris 2019, Ghaura terus berkembang kini hadir di Kupang, Labuan Bajo, Bali, Australia, Singapura, dan mulai menancap di Eropa.
Dalam lawatannya, Bobby juga mengunjungi La Maison de l’Indonésie, butik khusus produk Indonesia di jantung Paris yang dikelola diaspora Madam Eka Moncarre.
Di toko ini, Ghaura Coklat sudah resmi dipajang bersama kopi, teh, rempah, dan makanan khas Tanah Air menjadi duta rasa NTT di ibu kota mode dunia.
Didampingi Yuliana Nesia Angelina dan Madam Novy Adoe diaspora Kupang yang sudah 20 tahun menetap di Paris Bobby membuktikan bahwa produk lokal NTT bukan hanya layak, tapi mampu bersaing di pasar global.
“Ini bukan sekadar bisnis. Ini soal harga diri daerah,” katanya.
Dan dengan coklat Sumba di tangan, Bobby Lianto membawa mimpi NTT ke meja-meja kafe elit Paris satu gigitan manis demi masa depan ekspor yang lebih cerah.
(Desy)






