Tak Pasang Bendera, DPRD Ciamis Pertanyakan Nasionalisme Kepala UPTD

SERGAP.CO.ID

KAB. CIAMIS, || Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dari fraksi PAN, H Ramli Mahmud, pertanyakan dimana rasa nasionalisme kepala UPTD Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A) Kecamatan Banjaranyar sehingga tidak mampu memasang bendera di halaman kantor nya dengan alasan tidak ada anggaran.

Bacaan Lainnya

Apalagi seharusnya Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tentunya kepala UPTD P5A tau dan paham tentang Undang Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang, Bendera, Bahasa, lambang negara. Hal tersebut semestinya di jadikan acuan bahwa Setiap kantor pemerintahan wajib memasang bendera merah putih di halaman kantornya.

” Lebih baik kepala UPTD P5A Banjaranyar tersebut untuk kembali membaca Undang Undang agat ia lebih memahami dan memiliki jiwa nasionalisme tegasnya,”Jumat (24/04/2026).

 

 

Menurut Ramli mengatakan dirinya mengaku sangat menyayangkan dan prihatin lantaran Persoalan tersebut ternyata sudah terjadi selama bertahun tahun. Bahkan ternyata persoalan tersebut sudah menjadi perhatian masyarakat.

 

 

” Saya merasa miris mendengar hal tersebut. Kenapa pihak UPTD P5A sampai tidak bisa memasang tiang bendera dan membeli bendera? Jadi jangan hanya bergelut dengan alasan tidak ada anggaran, Perlu adanya inisiatif yang di lakukan kepala UPTD ” jelasnya.

 

 

Menurut Ramli menyampaikan, Sebenarnya Persoalan tersebut cukup sederhana

 

Namun miris nya kepala UPTD tidak mampu melakukan langkah cepat seperti berinisiatif melakukan iuran sesama ASN sebagai bentuk rasa nasionalisme.

 

 

” Ini harus menjadi perhatian bagi kepala dinas dan perlu di lakukan evaluasi terhadap kinerja kepala UPTD P5A kecamatan Banjaranyar ” terangnya.

Lanjut Ramli menambahkan pasca mencuat nya permasalahan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab kepala UPTD P5A karena dinilai tidak memiliki inovasi dalam menjalan kan tugas yang di berikan pemerintah daerah kepada nya.

”  jangan sampai menunggu permasalahan ini mencuat, baru ada tindakan. Jika memang kepala UPTD P5A Banjaranyar mempunyai integritas sebagai pemimpin maka ia seharusnya memiliki inisiatif sendiri, bukan malah terpaku pada anggaran,” pungkasnya.

(Muhtar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *