KOTA BIMA || Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) semakin menguat. Ketua Umum LSM LP2R (Laskar Pemuda Peduli Rakyat) Bima NTB, Basrin mengungkap temuan lanjutan yang mengindikasikan adanya PKBM yang hanya beroperasi di atas kertas.
Dilansir berita Metromini Media, Salah satu yang disorot adalah PKBM RIDO ILAHI di Kelurahan Lewirato. Berdasarkan hasil penelusuran awal, lembaga tersebut diduga tidak memiliki aktivitas belajar mengajar yang nyata.
“Yang kami temukan di lapangan, siswa nyaris tidak ada. Hanya papan nama yang terlihat aktif, sementara kegiatan pendidikan tidak berjalan,” ungkap Ketua LP2R, Basrin atau yang akrab disapa Yan, Rabu (22/4/2026).
Lebih jauh, LP2R juga mencium adanya dugaan manipulasi data administrasi kependudukan. Sejumlah nama siswa disebut sudah terdaftar dalam sistem Dukcapil, namun terindikasi terjadi duplikasi data.
“Semua masuk Dukcapil, tapi ada dugaan nama-nama siswa digunakan ganda. Ini harus ditelusuri serius karena menyangkut anggaran negara,” tegasnya.
LP2R memastikan investigasi tidak berhenti pada satu titik. Beberapa PKBM lain di Kota Bima disebut akan menyusul untuk diungkap dalam waktu dekat.
Saat ini, pihak LP2R tengah berkoordinasi untuk mengajukan surat audiensi resmi kepada instansi terkait guna mendorong audit menyeluruh terhadap pengelolaan PKBM, khususnya yang menerima kucuran dana pendidikan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program pendidikan nonformal benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar menjadi celah penyalahgunaan anggaran.
Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif, melainkan berpotensi masuk dalam ranah hukum.
Media Metromini akan terus mengawal dan membuka fakta di balik dugaan praktik “PKBM fiktif” di Kota Bima.
Penulis : Agus Mawardy
(Editor: Man)






