Ketua PGRI NTT Tegaskan Polemik Guru dan Bupati Sikka Telah Selesai

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nusa Tenggara Timur, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., menegaskan polemik yang melibatkan guru Avelinus Nong dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, telah selesai dan tidak perlu lagi diperdebatkan di ruang publik.

Bacaan Lainnya

Penegasan ini disampaikan menyusul insiden yang terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026, saat rapat koordinasi bersama para kepala sekolah di Kabupaten Sikka, yang sempat memicu perhatian luas masyarakat.
Dr. Semuel Haning menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika Avelinus Nong, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wakil Kepala Sekolah, ditegur oleh Bupati Sikka karena merokok dalam forum resmi. Teguran tersebut dinilai wajar dan berkaitan dengan etika serta sopan santun dalam pertemuan formal.

“Ini murni soal etika. Teguran oleh seorang bupati kepada guru dalam forum resmi adalah hal yang sah dan patut,” ujar Dr. Semuel Haning, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menyebutkan, usai ditegur dan diberikan nasihat, guru Avelinus Nong tiba-tiba terjatuh hingga pingsan dan mengalami luka pada bagian hidung. Kejadian tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai spekulasi di ruang publik.

Namun, Dr. Semuel menegaskan bahwa isu adanya tindakan verbal yang berlebihan tidak terbukti. Setelah melakukan klarifikasi langsung dan menelusuri rekaman kejadian, fakta yang berkembang tidak sesuai dengan isu yang beredar.

“Tidak ada kejahatan verbal seperti yang dituduhkan. Berdasarkan rekaman dan penjelasan langsung, peristiwa itu tidak seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Semuel menyampaikan bahwa Bupati Sikka dan guru Avelinus Nong telah menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.

Ia mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang dinilai menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab moral.

Sebagai Ketua PGRI NTT, Dr. Semuel menegaskan kepada seluruh jajaran PGRI di Nusa Tenggara Timur bahwa persoalan tersebut telah selesai dan tidak boleh lagi dijadikan bahan polemik ataupun pemberitaan yang menyesatkan.

Ia juga mengimbau seluruh guru di NTT untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran penting, khususnya dalam menjaga etika, disiplin, dan sopan santun dalam setiap forum resmi.

“Dalam forum resmi, bukan hanya merokok yang tidak pantas, bermain ponsel pun seharusnya dihindari. Etika dan penghormatan harus dijaga,” pungkasnya.

(Desy*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *