Komnas Perempuan Tekankan Pentingnya Layanan Terpadu Satu Atap bagi Korban TPKS

SERGAP.CO.ID

SUMBA TENGAH, NTT, || Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menegaskan urgensi penyediaan layanan terpadu satu atap (one stop services) bagi korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Hal tersebut disampaikan pada hari terakhir dialog dan kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan, Minggu (14/12/2025).

Bacaan Lainnya

Penyampaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik serta mendorong penguatan perlindungan dan pemulihan korban TPKS, khususnya di wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses layanan.

Wakil Komnas Perempuan, Ratna Batara Munti, menjelaskan bahwa korban TPKS kerap mengalami trauma mendalam yang memerlukan penanganan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Layanan terpadu satu atap sangat penting untuk memastikan korban TPKS mendapatkan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan dalam satu tempat,” ujar Ratna.

Menurutnya, layanan terpadu satu atap mencakup berbagai aspek, antara lain layanan kesehatan dan psikologis, layanan hukum dan advokasi, layanan sosial dan ekonomi, serta layanan pengamanan dan perlindungan korban.

Dengan adanya layanan tersebut, korban dapat mengakses seluruh kebutuhan pendampingan dalam satu sistem terpadu, sehingga dapat mengurangi trauma, stres, dan risiko reviktimisasi selama proses penanganan kasus.

Ratna menambahkan, layanan terpadu juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum, sekaligus memastikan pelaku kekerasan seksual dapat diproses dan dijatuhi hukuman yang setimpal.

Komnas Perempuan berharap pemerintah dan masyarakat dapat mendukung upaya ini dengan menyediakan sumber daya yang memadai, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun penguatan lembaga layanan di daerah.

Sementara itu, sebelum penutupan kegiatan dialog kampanye, Direktur SOPAN Sumba, Yustina Dama Dia, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan agen-agen perubahan yang berperan aktif dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak di tengah masyarakat.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *