KAB. MAJALENGKA, || Desa Babakansari Blok Cipondoh telah merealisasikan pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sesuai ketentuan dari Dinas Sosial. Proses penyaluran dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan bahwa kartu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipegang langsung oleh masing-masing penerima.
Namun, saat pencairan berlangsung, sebagian KPM memilih menitipkan kartu kepada ketua kelompok untuk dibantu proses penarikan dana melalui layanan BRI Link. Hal ini dilakukan karena alasan kesibukan bekerja, terutama bagi warga yang pulang sore dari kebun.
Dalam proses tersebut, KPM memberikan biaya jasa secara sukarela kepada ketua kelompok. Besaran biaya yang diberikan bervariasi, yakni Rp10.000 hingga Rp15.000, ditambah biaya administrasi gesek mesin EDC sebesar Rp5.000. Pihak desa menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam praktik ini.

“Kami tidak memaksa. Cara pengambilan bantuan ini murni atas inisiatif KPM sendiri. Ada yang meminta bantuan karena tidak sempat datang langsung,” ujar salah satu ketua kelompok saat dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak operator BRI Link menjelaskan bahwa BLT Kesra mulai masuk ke saldo pada tanggal 1, kemudian disusul saldo BPNT pada tanggal 3 bulan berjalan. Untuk PKH, saldo memang sudah masuk, namun pencairan harus menunggu jadwal dari pendamping.
“Saldo masuk bertahap, jadi pengecekan dilakukan beberapa kali. Untuk pencairan PKH harus menunggu jadwal resmi pendamping,” kata operator BRI Link saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (10/11/2025).
Selain itu, Kepala Desa telah mengeluarkan instruksi kepada para ketua kelompok agar tidak melakukan pemotongan apa pun terhadap bantuan sosial tersebut. Pemerintah desa menekankan transparansi dalam penyaluran.
Hingga saat ini, seluruh KPM tetap memegang kartu bantuan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, sebagian warga mencairkan sendiri, sementara sebagian lain tetap menitipkan pencairan kepada ketua kelompok sesuai kebutuhan.
(Dian)






