Dandim 1601 Hadiri Penutupan Anti Fest 2, Gubernur NTT Tutup Secara Resmi

SERGAP.CO.ID

WAINGAPU NTT, || Komandan Kodim 1601/Sumba Timur, Letkol Inf Dobby Noviyanto S., S.E., menghadiri penutupan Ana NTT Kreatif Festival (Anti Fest 2) yang digelar di Lapangan Pahlawan Sumba Timur, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Selasa malam (16/09/2025).

Bacaan Lainnya

Acara penutupan tersebut ditutup secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., A.pt., yang juga memberikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat. Gubernur menegaskan pentingnya ruang kreasi bagi generasi muda untuk menjaga budaya sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di NTT.

Anti Fest 2 sendiri menampilkan beragam kompetisi dan pertunjukan, mulai dari lomba band, tarian kreasi, hingga pameran karya kreatif yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Antusiasme peserta dan penonton terlihat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Selain Gubernur NTT, acara ini juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua TP PKK, Kapolres, Dandim 1601/Sumba Timur, Kajari, Ketua Pengadilan, Sekda Provinsi NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, serta jajaran Forkopimda, pejabat daerah, dan tokoh masyarakat lainnya.

Keberadaan pejabat lintas daerah serta dukungan berbagai lembaga menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk memajukan sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di NTT, khususnya di wilayah Sumba.

Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Ia berharap festival kreatif semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan bakat dan ide-ide inovatif mereka.

Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Inf Dobby Noviyanto, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, kreativitas dan budaya lokal perlu terus dipelihara agar bisa menjadi modal pembangunan daerah sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Dengan berakhirnya Anti Fest 2, masyarakat berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk menumbuhkan semangat berkarya, memperkuat kebersamaan, serta menjadikan Sumba Timur sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi kreatif di NTT.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *