SMPN 15 Kupang Dukung Program 100 Hari Kerja Walikota dengan Sekolah Hijau dan Sehat

SMPN 15 Kupang Dukung Program 100 Hari Kerja Walikota dengan Sekolah Hijau dan Sehat
Caption : Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Kota Kupang, Blasius Juni.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Dalam rangka mendukung program prioritas 100 hari kerja Walikota Kupang yang menargetkan kota bersih, hijau, dan sehat, SMPN 15 Kupang mengambil langkah nyata dengan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Kota Kupang, Blasius Juni, menegaskan bahwa keberadaan air sangat penting bagi kehidupan, termasuk dalam upaya penghijauan sekolah.

“Air adalah kebutuhan pokok bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Tanpa air, kita tidak bisa menanam pohon, minum, atau melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihak sekolah mengoptimalkan pemanfaatan sumur bor melalui program SMART School. Dengan adanya sumur bor, setiap kelas kini dilengkapi dengan keran air guna mendukung kebersihan dan kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi sekolah adalah kesadaran siswa dalam menjaga fasilitas yang tersedia.

“Anak-anak dalam masa pertumbuhan, jadi wajar jika mereka kadang mencoret tembok atau merusak fasilitas. Peran guru di sini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan membimbing mereka agar bisa menjaga kebersihan serta fasilitas sekolah,” tambahnya.

Selain itu, setiap kelas juga diberikan tanggung jawab untuk merawat tanaman obat seperti serai dan jahe.

Beberapa Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
ditanam langsung di tanah, sementara lainnya ditempatkan dalam pot agar lebih mudah dikelola oleh para siswa.

Lebih lanjut Dalam mendukung program 100 hari kerja Walikota Kupang, sekolah juga mengelola sampah dengan baik.

Menurut Blasius, masalah sampah yang masif di lingkungan pendidikan dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

“Persoalan utama sebenarnya ada pada mentalitas. Jika ada kesadaran dalam penanganan sampah yang baik, pasti bisa diatasi dengan mudah,” katanya.

Selain fasilitas, SMPN 15 Kupang juga mendapatkan bantuan berupa sumur bor dari PT. indra Karya dan instalasi listrik serta tempat sampah bagi warga sekitar. Ini diharapkan bisa memperbaiki sanitasi di lingkungan sekolah dan sekitarnya.

Dalam implementasi Kurikumlum Operasional Satuan Pendidikan ( KSOP), sekolah menerapkan program mingguan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Minggu pertama diisi dengan ibadah bersama sesuai agama masing-masing. Minggu kedua diadakan kegiatan kerja bakti, minggu ketiga olahraga bersama, dan minggu keempat diisi dengan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau komunitas berbasis pendidikan (Kombel).

Harapan besar Blasius untuk SMPN 15 Kupang adalah agar sekolah semakin maju dengan meningkatkan mutu pendidikan.

“Untuk mewujudkan sekolah yang lebih baik, perlu adanya kerja sama antara kepala sekolah, guru, pegawai, masyarakat, dan orang tua. Sinergi dari semua pihak akan membawa sekolah ini ke arah yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, SMPN 15 Kupang berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, dan sehat serta mendukung program pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *