DILI, || Tim Satgas Percepatan Free Trade Zone (FTZ) KADIN NTT yang dipimpin oleh Christofer Samara dan rombongan, termasuk Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto, Ketua INSA NTT Yusak Viktor Benu, serta Marthin Hutajulu dari Komite Timor Leste KADIN NTT, baru saja tiba di Dilli, Timor Leste. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas dan mempercepat pengembangan Free Trade Zone (Free Economy Zone) antara kedua negara.
Sesampainya di Dilli, rombongan disambut dengan hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, H. E. Okto Dorinus Manik, di Wisma Indonesia. Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris 1 KBRI Ibu Banga Malewa, Sekretaris 3 KBRI Bapak Daniel, dan Sekretaris Pertama KBRI Bapak Eka Putra Musa Mauboy, Bobby Lianto memaparkan inisiatif KADIN NTT dalam mempercepat pembentukan FTZ dan menjalin kerjasama erat dengan pemerintah Timor Leste.
Bobby Lianto mengungkapkan pentingnya kolaborasi ini untuk meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara serta mendorong Pemerintah Timor Leste melalui CCI Timor Leste untuk lebih mendalami potensi Free Trade Zone. Selain itu, rombongan juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah Wakil Perdana Menteri dan Menteri di Timor Leste.
Duta Besar Okto Dorinus Manik menyambut baik inisiatif KADIN NTT dan menyampaikan dukungannya untuk FTZ, menegaskan kesiapan untuk mendukung setiap upaya dalam menjalin hubungan kerja sama yang lebih erat. Beliau juga mengapresiasi keberhasilan program penanaman beras yang telah membawa hasil positif, dengan beras asli Timor Leste kini sudah diproduksi dan dipasarkan berkat dukungan KADIN NTT dan KADIN Kabupaten Manggarai Barat.
Di samping itu, Yusak Viktor Benu, Ketua INSA NTT, mengusulkan rencana pengoperasian jalur kapal penumpang Ferry RORO yang menghubungkan Kupang, Dilli, dan Alor. Inisiatif ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi, meningkatkan daya saing, serta membuat harga barang lebih terjangkau.
Kunjungan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Timor Leste, dengan harapan bahwa Free Trade Zone dan inovasi transportasi akan membawa manfaat besar bagi kedua negara.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste, tetapi juga membuka peluang baru dalam perdagangan dan transportasi. Dengan adanya Free Trade Zone yang sedang dipersiapkan dan rencana pengoperasian jalur kapal ferry RORO, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Dukungan penuh dari Duta Besar Okto Dorinus Manik serta keterlibatan aktif dari KADIN NTT dan INSA NTT menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi kerjasama bilateral. Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan dan memperluas jaringan perdagangan, serta menciptakan sinergi yang saling menguntungkan di kawasan.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan dengan pejabat tinggi di Timor Leste akan menjadi kunci untuk merumuskan kebijakan yang mendukung implementasi Free Trade Zone, serta memastikan bahwa semua aspek logistik dan perdagangan dapat berjalan dengan lancar. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat posisi kedua negara dalam peta perdagangan regional.
(Dessy)






