KOTA BANDUNG, || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali menggelar Program Mudik Gratis Tahun 2026 dengan menyiapkan sebanyak 3.040 tiket bagi masyarakat. Program ini dilaksanakan menjelang Idulfitri sebagai bentuk pelayanan publik sekaligus upaya mendukung mudik yang aman, tertib, dan terencana.
Program mudik gratis ini akan berlangsung pada 13, 14, dan 15 Maret 2026 dengan sejumlah titik keberangkatan utama, yakni Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan program ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman.
Sebanyak 3.040 tiket disediakan melalui kerja sama antara Pemprov Jabar dan Jasa Raharja. Untuk mendukung program tersebut, disiapkan 74 unit bus dari sejumlah perusahaan otobus.
Beberapa PO bus yang terlibat antara lain PO Sugeng Rahayu, PO Damri, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, dan PO MGI yang akan melayani berbagai rute mudik.
Program Mudik Gratis 2026 melayani rute perjalanan baik dalam maupun luar Provinsi Jawa Barat, mencakup berbagai kota tujuan yang menjadi destinasi utama pemudik.
Rute yang disediakan antara lain Bandung–Yogyakarta, Bandung–Solo, Yogyakarta–Bandung, Bandung–Ciledug, Bekasi–Purbalingga, Bekasi–Bandung, hingga Terminal Cikarang–Tasikmalaya.
Selain itu, tersedia pula rute Bogor (Cileungsi)–Bandung, Bogor–Pelabuhan Ratu, Bandung–Wonogiri, Bandung–Semarang, dan Bandung–Sragen, dengan kuota tiket yang bervariasi di setiap jalur.
Untuk memudahkan masyarakat, proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui aplikasi Sapawarga yang dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Dinas Perhubungan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat guna memberikan akses layanan yang cepat, transparan, dan mudah digunakan oleh masyarakat.
Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026. Calon pemudik cukup mengisi data diri seperti nama, NIK, alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, serta memilih rute perjalanan.
Sementara itu, pemilihan tanggal keberangkatan dilakukan saat proses aktivasi tiket yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 12 Maret 2026.
Menurut Dhani, program ini terbuka bagi seluruh warga yang berasal atau berdomisili di Jawa Barat dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Selain kemudahan akses, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Seluruh armada bus akan menjalani pemeriksaan teknis atau ramp check sebelum keberangkatan guna memastikan kelayakan kendaraan.
“Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan program ini agar mudik dapat berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” ujar Dhani.
(Dewi)






