Pesantren Kilat Hidup Kembali, SMK Negeri 2 Kupang Rajut Iman dan Karakter di Bulan Suci

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Ramadhan selalu datang membawa harap dan haru. Di tengah semangat menahan lapar dan dahaga, ada yang tumbuh diam-diam: karakter Itulah yang kini kembali disemai di SMK Negeri 2 Kupang lewat Program Pesantren Kilat yang digelar selama tiga hari, 18–20 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti 20 siswa Muslim dari kelas X hingga XII ini menjadi momen istimewa. Bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang pembentukan akhlak dan penguatan persaudaraan lintas kelas.

Ketua panitia, Barts Zidane Bararai, menyebut kegiatan ini bertujuan membentuk akhlak mulia sekaligus mempererat kebersamaan antar siswa.

“Lewat pesantren kilat, teman yang sebelumnya belum dekat bisa saling mengenal dan menjadi lebih akrab,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Regina Thine, S.Pd., menegaskan program ini telah dirancang sejak awal semester genap sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa. Menurutnya, peningkatan iman sangat penting, terlebih di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Kupang.

“Walau berbeda agama, kita hidup dalam kerukunan. Betapa indahnya Indonesia, betapa indahnya Kupang. Karakter anak harus dibentuk, karena ilmu saja tidak cukup untuk bertahan di dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini siswa ditempa dengan kompetensi dan keterampilan. Namun untuk benar-benar sukses di dunia kerja, dibutuhkan karakter yang kuat. Karena itu, ia menggandeng guru agama Islam untuk berkolaborasi menyukseskan program ini.

“Deklarasi apel pagi kita, ‘Saya anak berakhlak mulia,’ biarlah tidak hanya menjadi slogan, tetapi sungguh bergema melalui pesantren kilat ini,” tegasnya.

Guru Pendidikan Agama Islam, Jumrah, S.Ag., M.Pd., menilai pesantren kilat bukan sekadar ritual Ramadhan. Lebih dari itu, ini adalah momentum membimbing siswa memperdalam ajaran Islam, belajar bersosialisasi, merasakan empati kepada sesama, serta melatih diri menahan godaan.

“Puasa adalah ibadah yang paling rahasia, karena hanya diri kita dan Tuhan yang tahu. Dari situ kita dilatih menjadi pribadi yang tekun dan taat pada ajaran Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, mulai dari tim panitia, wakil kesiswaan, hingga kepala sekolah, yang telah menghidupkan kembali program ini setelah lama tidak aktif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Yohanis Lomi, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program pembinaan karakter melalui kegiatan kesiswaan. Menurutnya, pesantren kilat sempat vakum selama lebih dari dua dekade, dan kini kembali diaktifkan sebagai bagian dari transformasi sekolah.

“Ini bukan hanya untuk tahun ini. Ke depan, kegiatan ini akan terus dijalankan. Kita ingin memperkuat karakter, memperdalam keimanan, dan membentuk akhlak mulia di tengah kesibukan belajar dan kompetensi kejuruan,” jelasnya.

Ia pun berpesan agar siswa tidak berhenti pada kegiatan di sekolah saja, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan Ramadhan di masjid. Sebab, karakter yang kuat tidak dibentuk dalam sehari, melainkan melalui kebiasaan baik yang terus dipelihara.

Di tengah denyut pendidikan vokasi yang sarat praktik dan target kompetensi, Pesantren Kilat di SMK Negeri 2 Kupang menjadi oase. Sebuah pengingat bahwa di atas keterampilan, ada nilai. Di balik prestasi, ada akhlak. Dan di antara perbedaan, selalu ada ruang untuk saling menguatkan.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *