KADIN NTT Dorong Misi Dagang Bali–NTB–NTT, Kurangi Ketergantungan Ekonomi Jawa

Caption : Ketum KADIN NTT - Gub NTB- Gub Bali- Gub NTT - Ketua Apindo NTT

SERGAP.CO.ID

LABUAN BEJO, || Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan penuh untuk menindaklanjuti kerja sama regional Bali–Nusa Tenggara Barat (NTB)–NTT melalui langkah konkret berupa misi dagang antardaerah. Upaya ini diyakini menjadi pintu awal penguatan ekonomi kawasan Sunda Kecil sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Pulau Jawa.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA., menegaskan, pengusaha harus hadir langsung ke daerah tujuan agar dapat melihat, mendengar, dan memahami potensi yang tersedia. Dengan cara itu, naluri bisnis dan peluang dagang akan tumbuh secara alami, disertai perumusan berbagai konsep kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kami akan melakukan misi dagang ke Bali dan NTB, dan sebaliknya pengusaha dari Bali dan NTB juga akan datang ke NTT. Ini menjadi titik awal perkenalan antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi masing-masing wilayah,” ujar Bobby.

Ia juga berharap adanya kebijakan khusus antarprovinsi yang mampu membuka peluang bisnis baru, baik di sektor perdagangan maupun pengembangan industri hilirisasi. Saat ini, KADIN NTT telah menjajaki sejumlah kerja sama dengan KADIN Bali dan NTB, di antaranya suplai pohon sengon dari Pulau Sumba, Flores, dan Timor untuk memenuhi kebutuhan industri tripleks di Lombok.

Selain sektor industri, kerja sama pariwisata turut menjadi fokus, termasuk pengembangan trip wisata berbasis sea tourism menggunakan kapal pinisi dan kapal antarpulau yang menghubungkan Bali, Lombok, hingga Labuan Bajo.

Berbagai peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional Provinsi Bali, NTB, dan NTT yang digelar di Gedung ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, Rabu (28/1/2026), dengan tema “Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil.”

Bobby Lianto hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua APINDO NTT Bobby Pitoby serta Wakil Ketua Umum Bidang Hukum KADIN NTT, Francisco Bessie. Acara ini juga dihadiri berbagai asosiasi dunia usaha seperti HIPMI NTT, ASITA, PHRI, HPI, dan APTRINDO, sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama yang dicanangkan oleh Gubernur Bali, NTB, dan NTT.

Adapun lima pilar utama dalam PKS ini meliputi konektivitas dan transportasi udara, laut, dan darat; pariwisata dan ekonomi kreatif; energi terbarukan; perdagangan dan ekspor; serta perencanaan pembangunan yang bersinergi.

Melalui kerja sama regional tersebut, Bobby Lianto optimistis pertumbuhan ekonomi kawasan dapat berjalan lebih merata. Setiap provinsi memiliki keunggulan strategis, termasuk NTT yang tidak hanya mengandalkan Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan, tetapi juga posisi strategis Pulau Timor sebagai gerbang selatan menuju Timor Leste dan Australia.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *