RAPBD 2026 Kota Bandung Fokus Sampah, Gubernur Soroti Kebersihan Kota

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, ||  Persoalan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Bandung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Hal ini mengemuka dalam hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat yang menyoroti kebersihan kota serta sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan perhatian gubernur difokuskan pada penguatan kebersihan kota, khususnya peningkatan sumber daya manusia dan sarana pendukung pengelolaan sampah. Salah satu yang disorot adalah keterbatasan jumlah penyapu jalan.

Saat ini, Kota Bandung memiliki sekitar 800 penyapu jalan yang baru mampu menjangkau sekitar 52 persen ruas jalan. Selain itu, sebagian besar kegiatan penyapuan masih dilakukan dalam satu sif, sehingga kebersihan jalan belum dapat terjaga sepanjang hari.

Farhan menjelaskan, ke depan Pemkot Bandung berencana menambah jumlah penyapu jalan agar penyapuan dapat dilakukan dua hingga tiga sif, terutama di kawasan pusat kota, sehingga kebersihan lingkungan lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain kebersihan jalan, Pemkot Bandung juga memberi perhatian besar pada penguatan sistem pengolahan sampah. Dari sisi armada pengangkutan dan alat berat, kondisinya dinilai cukup memadai, namun kapasitas pengolahan sampah masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp96 miliar pada 2026. Anggaran tersebut akan digunakan untuk penambahan petugas penyapu jalan, pengadaan mesin pengolahan atau pemusnah sampah, serta penguatan pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.

Pemkot Bandung juga merencanakan penempatan petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan, dengan fokus pada pengolahan sampah organik di tingkat RW. Jumlah personel yang disiapkan mencapai sekitar 1.597 orang.

Dari sisi teknologi, DLH Kota Bandung merencanakan penambahan mesin pengolahan sampah. Namun, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan insinerator, melainkan juga mengoptimalkan TPS 3R, bank sampah, serta metode Refuse Derived Fuel (RDF) sesuai masukan dari DLH Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, timbulan sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari, dengan sekitar 981 ton masih dibuang ke TPA Sarimukti. Dengan penambahan mesin pengolahan dan penguatan peran petugas di kewilayahan, Pemkot Bandung menargetkan seluruh fasilitas baru beroperasi pada triwulan pertama 2026 agar kota lebih mandiri dalam pengelolaan sampah dan terhindar dari potensi darurat sampah.

(Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *