Unit Deker di Uma Tanah, Desa Watu Kawula Ambruk, Warga Minta Perhatian Pemerintah SBD

SERGAP.CO.ID

WATU KAWULA, SBD, || Kondisi Unit Deker yang berada di kawasan Uma Tanah, Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kini memprihatinkan. Sebagian struktur bangunan tersebut dilaporkan ambruk, sehingga tak lagi layak digunakan untuk kegiatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kerusakan ini menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat. Pasalnya, bangunan yang semula menjadi pusat aktivitas sosial dan edukatif itu kini tampak terbengkalai dan tidak terurus.

Unit Deker tersebut selama ini kerap dimanfaatkan anak-anak untuk belajar dan beraktivitas komunitas. Namun sejak sebagian bangunannya roboh, warga khawatir keselamatan pengguna, terutama anak-anak, jika tetap digunakan tanpa perbaikan.

Salah satu warga Uma Tanah, Eman, menuturkan bahwa kondisi Deker kini sudah seperti “puing tak terurus”. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dapat segera turun tangan memperbaiki fasilitas tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah segera meninjau dan memperbaiki Unit Deker ini. Zaman sudah maju, tapi kami masih berjuang dengan fasilitas yang hampir runtuh,” ujarnya.

Menurut warga, bangunan Deker memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan sosial, rapat warga, dan pembinaan anak-anak. Karena itu, mereka menilai perbaikan segera sangat mendesak untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Kerusakan struktur disebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, diduga akibat faktor usia bangunan dan curah hujan tinggi yang memperlemah fondasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan atau rehabilitasi fasilitas tersebut.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar Unit Deker Uma Tanah dapat kembali difungsikan dan menjadi tempat yang layak bagi kegiatan masyarakat.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *