Tiga Ruas Jalan Provinsi di Kota Kupang Digarap Tahun 2025, Pekerjaan Capai 96 Persen

Caption : PPK 09 Yohanes E. Temaluru, SST

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT Bidang Bina Marga terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Tahun anggaran 2025, terdapat tiga paket long segment jalan provinsi yang tengah dikerjakan dan menunjukkan progres signifikan.

Pejabat Penyelenggara Jalan Provinsi (PPK 09) Yohanes E. Temaluru, SST, menjelaskan bahwa ketiga paket tersebut sudah dalam tahap pengerjaan sejak 1 Agustus 2025 dan terkontrak hingga 28 November 2025.

Adapun tiga proyek fisik yang dimaksud meliputi ruas Jalan Yos Sudarso sepanjang 1,69 kilometer dengan nilai kontrak Rp3,95 miliar yang dikerjakan oleh PT Bumi Permai dengan realisasi fisik per tgl 9 November 2025 sdh mencapai 80,48 persen.

Selanjutnya, ruas Jalan Simpang Polda–Simpang Patung Merpati sepanjang 0,5 kilometer dengan nilai kontrak Rp1,28 miliar yang dikerjakan oleh CV Citra Mandiri telah mencapai progres 90,90 persen.

Kemudian, ruas Jalan Simpang Patung Sonbai–Bello (batas Kabupaten Kupang) sepanjang 1,25 kilometer dengan nilai kontrak Rp1,47 miliar oleh PT Karang Teguh Abadi, disupervisi oleh CV Gakesa Consulindo, kini mencapai progres fisik tertinggi yaitu 96,72 persen.

“Untuk sementara semua proyek on progress. Jalan Patung Sonbai–Bello sudah full aspal, hanya ada beberapa titik perbaikan kecil, tetapi secara keseluruhan sudah selesai,” ujar Yohanes, Selasa (12/11/2025).

Sementara itu, ruas Simpang Polda–Merpati kini memasuki tahap akhir dengan progres 90,90 persen. Pekerjaan tersisa meliputi rabat beton dan pembuatan sistem peresapan untuk mengantisipasi genangan air, terutama di kawasan sekitar Kantor Golkar yang rawan banjir.

“Kami lakukan peninggian badan jalan dan pembuatan peresapan setinggi 4 meter, lebar 3,5 meter, dan panjang 6 meter agar titik genangan bisa teratasi,” jelasnya.

Sedangkan untuk ruas Jalan Yos Sudarso, progres pengerjaan baru mencapai 80,48 persen memang sempat mengalami kendala kendala teknis pada tahap penggalian akibat keberadaan utilitas publik seperti jaringan PDAM, PLN, dan BLUD SPAM.

“Kendala ada pada lokasi galian yang berdekatan dengan fasilitas umum dan jaringan utilitas. Saat ini kendala-kendala tersebut sudah di atasi sehingga proses galian dan pemasangan U-ditch sudah berjalan. Target kami sebelum tanggal 25 November sudah rampung,” ungkapnya.

Selain kendala teknis, Yohanes juga menyebut adanya hambatan sosial di lapangan. Namun, pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama pemerintah dan masyarakat setempat agar proyek berjalan lancar.

“Semoga seluruh pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *