PGRI NTT Desak Polda Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Guru dan Aktivis Lingkungan di Nagekeo

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendesak Kepolisian Daerah (Polda) NTT segera membentuk tim khusus guna mengungkap secara tuntas kematian guru sekaligus aktivis lingkungan, Rudolfus Oktavianus Ruma (Vian) di Kabupaten Nagekeo. Kematian Vian yang terjadi pada 5 September 2025 dianggap janggal dan penuh tanda tanya.

Bacaan Lainnya

Ketua PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH., C.Me., C.Parb, menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya Vian, guru SMP Negeri Nangaroro yang juga dikenal sebagai pejuang lingkungan yang keras menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Flores.

“Kami kehilangan sosok guru terbaik sekaligus aktivis lingkungan yang berani memperjuangkan kebenaran. Kematian beliau sangat mencurigakan dan harus diusut secara profesional,” tegas Dr. Semuel Haning dalam keterangan persnya.

Berdasarkan informasi, Vian ditemukan meninggal dengan posisi leher terikat tali sepatu di sebuah gubuk pinggir pantai di Kecamatan Nangaroro, Nagekeo. Kondisi tubuhnya yang tidak biasa memicu dugaan adanya tindakan kekerasan yang mengarah pada pembunuhan.

Menanggapi hal ini, Ketua PGRI NTT mendesak Polsek Nangaroro, Polres Nagekeo, dan Polda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus. Tim ini diharapkan dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh tanpa adanya intervensi agar terungkap siapa pelaku di balik kematian Vian.

“Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang menimpa guru kami. Polda NTT harus segera mengambil langkah tegas dengan membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini,” ujarnya.

Dr. Semuel Haning menegaskan bahwa PGRI akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini tidak berhenti begitu saja dan keadilan dapat ditegakkan.

“Kami tidak akan berhenti sampai pelaku dapat dihadirkan di depan hukum dan penyebab kematian Vian benar-benar jelas,” katanya.

Desakan ini muncul karena PGRI menilai kematian Vian bukan sekadar peristiwa biasa, melainkan kemungkinan ada motif tertentu yang berkaitan dengan aktivitasnya sebagai penolak proyek geothermal yang kontroversial.

Selain itu, Ketua PGRI juga meminta agar Polres Nagekeo dan Polsek Nangaroro berkoordinasi intensif dengan Polda NTT demi kelancaran proses penyidikan.

Ia berharap aparat kepolisian dapat menunjukkan profesionalisme dan transparansi dalam menangani kasus ini.

“Kami berharap Kapolda NTT merespon cepat permintaan pembentukan tim ini agar tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang mencoba menghalang-halangi proses hukum,” tambahnya.

Masyarakat dan rekan-rekan guru di Nagekeo juga menunggu kepastian hukum atas kematian Vian, yang selama ini dikenal gigih membela lingkungan dan pendidikan. Mereka berharap keadilan ditegakkan untuk mendiang guru dan aktivis tersebut.

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perkembangan penyelidikan. Namun harapan besar tertuju pada langkah cepat Polda NTT untuk membentuk tim khusus dan mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Vian.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat NTT, sebagai bentuk perlindungan terhadap para aktivis dan guru yang berani menyuarakan kebenaran dan kepentingan rakyat.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *