WAIBAKUL, || Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, meluncurkan Program Rumah Mandiri Terintegrasi di tiga desa, yaitu Desa Anajiaka (Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat), Desa Dewajara, dan Desa Anakalang (Kecamatan Katiku Tana), Senin (1/9/2025). Program ini mencakup pembangunan rumah layak, listrik, serta pekarangan produktif melalui Pro Oli Mila dengan total lima unit rumah. Launching ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah mandiri.
Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Paulus didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Tengah, anggota DPRD dari Dapil I dan II, pimpinan perangkat daerah, Sekretaris Dinas PUPR, Camat Umbu Ratu Nggay Barat, kepala desa, serta fasilitator pendamping rumah mandiri. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh terhadap program strategis ini.
Bupati menjelaskan bahwa penerima rumah mandiri tidak hanya memperoleh tempat tinggal layak dengan fasilitas listrik, tetapi juga diwajibkan mengelola Pekarangan Pro Oli Mila. Pekarangan ini dirancang agar warga mampu memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari secara mandiri.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyalurkan paket bantuan berupa tiga ekor kambing (1 jantan dan 2 betina), 150 benih ikan, 10 ekor bebek, serta aneka benih sayuran. Bantuan ini diharapkan menjadi sumber pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Bupati juga memberikan instruksi teknis kepada penerima, di antaranya membangun kandang bebek berkapasitas 10 ekor berukuran 1×3 meter, kandang kambing 4×6 meter, pagar hortikultura 10×10 meter, serta kolam ikan biopflok untuk 150 benih. Seluruh fasilitas tersebut wajib terintegrasi dengan potensi pariwisata desa.
Menurut Bupati Paulus, pemerintah akan menyerahkan ternak dan benih setelah semua sarana selesai dibangun. Pemantauan rutin juga dilakukan untuk memastikan fasilitas terawat dengan baik sehingga program dapat berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi desa lain.
Ia menegaskan, Pekarangan Pro Oli Mila diharapkan mampu mengatasi masalah gizi, khususnya stunting pada balita dan KEK (Kurang Energi Kronis) pada ibu hamil. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga.
Bupati menekankan pentingnya kolaborasi, integrasi, dan sinergi (KIS) antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, baik dari bidang peternakan, perikanan, maupun pertanian.
Sementara itu, anggota DPRD Sumba Tengah yang turut hadir menyatakan dukungan penuh terhadap program rumah mandiri. Mereka menilai, rumah layak dan pekarangan produktif merupakan kebutuhan dasar yang mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara launching berakhir dengan komitmen bersama untuk menjadikan Program Rumah Mandiri Terintegrasi dan Pekarangan Pro Oli Mila sebagai model pembangunan keluarga sejahtera di Kabupaten Sumba Tengah.
(Ms)






