338 Ribu Pelajar Jabar Ikuti Aksi Ekologi Serentak di MPLS 2025

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Sebanyak 338.091 pelajar baru dari 859 sekolah di seluruh Jawa Barat terlibat dalam Gerakan Aksi Ekologi yang digelar serentak pada Jumat (18/7/2025), sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya. Kegiatan ini menjadi momentum penting menanamkan kesadaran ekologis sekaligus karakter kepemimpinan sejak dini.

Bacaan Lainnya

Di Kota Bandung, aksi dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) dan sejumlah titik strategis lainnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, hadir langsung dan mengajak ribuan pelajar untuk menjadi pemimpin masa depan melalui tindakan sederhana namun bermakna seperti menyapu dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Dari sapu, kalian bisa jadi bupati, wali kota, bahkan presiden. Ini bukan sekadar nyapu, tapi simbol kesadaran masa depan,” ujar Herman dalam sambutannya.

Sekda menegaskan bahwa pemimpin besar tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi dibentuk melalui kebiasaan baik sejak usia muda. Ia menyebut kegiatan bersih-bersih ini sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan tanggung jawab pribadi, yang bisa dimulai dari rumah dan sekolah.

Gerakan Aksi Ekologi ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Komunitas Pandawara Group. Di tingkat provinsi, sekitar 3.423 pelajar SMA/SMK di Kota Bandung turut serta membersihkan area publik seperti Gedung Sate – Monju, Taman Lansia – Gasibu, hingga kawasan Pusdai dan Jalan Suci.

Kegiatan ini juga mendapat pengawasan dan pendampingan langsung dari para pejabat tinggi pratama yang diterjunkan ke berbagai kabupaten/kota. Di beberapa daerah, sekolah negeri dan swasta turut berkolaborasi dalam menyukseskan gerakan tersebut.

Menurut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, aksi ini merupakan bagian dari strategi mencetak generasi Pancawaluya pelajar yang memiliki karakter kuat, tanggung jawab sosial, dan kesadaran ekologis.

“Negara maju itu bersih bukan karena teknologinya, tapi karena kesadaran warganya. Dan itu dimulai dari hal-hal kecil seperti mencuci piring sendiri, bangun pagi, dan menyapu,” pungkas Herman.

(Dewy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *