Kota Bandung // Pedagang asongan Bakso cuanki, (somay kuah), Fadillah namanya, ia berasal dari daerah Kabupaten garut jawa barat.
Fadillah tinggal di Rt.06 Rw.02 kampung Cikahuripan, kelurahan pasirkaliki Kecamatan Cicendo Kota Bandung.
ia seorang pedagang bakso cuanki di sekitar kota bandung, titik berjualnya menyisir sambil membawa tanggungannya ke gang warga disekitar kecamatan Andir dan kecamatan cicendo.
Fadilah setiap hari rabu keliling ke rumah warga yang banyak gang kecil kecil, ia telusuri dan sambil ketok bambu kayu kecil di tangannya sambil di pukul-pukul kayunya hingga bunyi (tok…tok…tok), sepanjang jalan sambil membawa tanggungan yang berisi menu jualannya, dipundaknya demi menghidupi keluarga kecilnya untuk ada harapan rijkinya setiap hari mengalir dan mutar dengan niat tulus dan iklas ia fokus untuk berjualan demi menghidupkan keluarga kecilnya setiap hari.

Fadilah bercerita kepada salah seorang pembeli dari keluarga media ibu dewi Apriatin, dari rt 01 rw.07 kelurahan campaka kecamatan andir kota bandung, ia sedikit berkeluh dan mohon ada solusi usahanya saat ini.
kata fadilah ” usaha pedagang kecil seperti saya, seharusnya ada keseimbangan pendapatan dan pengeluaran”. ucapnya.
lanjut fadilah, “bagi pedagang kecil, seharusnya ada bantuan atau solusi, karena sekarang biaya hidup cukup lumayan berat bagi keluarga kecil seperti saya ini”. imbuhnya.

ia merupakan anak muda yang cukup lumayan rajin dan sabar dalam meniti usaha itu, selain umurnya masih terbilang muda dan bersih parasnya, fadilah tidak merasa malu atau minder, usianya baru 27 tahun, ia punya istri dan anaknya masih kecil (balita).
harapan fadilah tidak muluk, jika ada pemerintah ingin membantu memberikan suntikan modal, tentunya sangat membantu juga untuk modal yang kurang dari kata cukup.
Fadilah berharap ” saya berharap ada yang melirik dan membantu usaha ini demi menyeimbangkan pendapatan dan peneluaran yang selama ini banyak gali lobang tutup lobang”. tuturnya.
Sekaramg lagi musim politik, semoga saja ada caleg memberikan bantuan cuma cuma untuknya.
(DW)**