Warga Keluhkan Debu Batu Bara Berpontensi Ispa

SERGAP. CO. ID

KAB. LAHAT, – Masyarakat Gedung Agung Lingkungan 1 kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat keluhkan banyaknya debu batubara yang berterbangan di duga dari kegiatan keluar masuknya kendaraan Mobil Tronton dan kontener milik perusahaan yang ada di wilayah Gedung Agung. Kamis 22/04/2021

Bacaan Lainnya

Terkait banyaknya debu tersebut sangat menggangu aktifitas masyarakat dari mulai rumah Warga yang berdebu sampai yang kendaraan akan melintasi jalan tersebut, yang sangat memprihatikan, dan di duga tidak adanya penyiraman dari pihak perusahaan.

Menurut salah satu warga yang sering melintas yang tak mau di sebutkan namanya menuturkan bahwa jalan tersebut banyak sekali Debu apalagi kalau bermotor.

” Saya sering melintas di sini, debunya sangat menggangu sekali, kalo dak pakai helm ya ampun debunya,” Ujar salah satu pengendara motor.

Di tambahkan lagi oleh Kartini selaku pemilik warung, warungnya penuh dengan Debu di takutkan kena penyakit, dan meminta pihak terkait untuk menindak lanjuti, dan berharap minta di siram.

“Ini nah lihatlah warung saya padahal baru nian sudah di pel, sekarang lah bedebu lagi lah hitam galo jadi saya mohon kepada pihak terkait untuk menindak lanjuti permasalahan ini kalau bisa di adakan penyiraman, mulai dari pagi sampai pagi 24 jam kalo bisa” ucapnya.

Sementara itu aktivis pemerhati lingkungan Hs (50) Warga Merapi Timur mengatakan bahwa debu batubara ini sangat berbahaya bagi masyarakat di sekitar apa lagi sampai masuk rumah warga, dan harus ada kompensasi.

” Ya debu batubara ini sangat berpotensi merusak lingkungan apalagi debu batubara sudah masuk ke perkarangan rumah warga, sebaiknya Pihak perusahaan yang ada memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak,” katanya

Ditempat terpisah Erfan pimpinan PT. LDP di hubungi Via Telpon Selulernya mengatakan menyangkal kalau tidak ada penyiraman, mereka telah melakukan penyiraman setiap hari terkait debu batubara tersebut.

” Ya kita sudah melakukan penyiraman setiap hari siang dan malam, mungkin karena belum aja di lakukan penyiraman siang ini,” pungkasnya.

(Hr./Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *