Kontraktor Nakal Diduga Menyuap Oknum Wartawan Terkait Proyek Tidak Sesuai Bestek

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, – Polemik Proyek rehabilitasi jaringan Irigasi Padengklok blok Mancagar, Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Sumber Daya Air (SDA) dengan anggaran Rp.197.514.000,00,- (Seratus sembilan puluh tujuh juta lima ratus empat belas ribu rupiah), yang dikerjakan atas nama “Cv. Mutiara Anugrah” diduga kuat pelaksanaan nya tidak sesuai gambar rencana.

Caption : Salah satu dokumen RAB Pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan Gambar

Dari hasil temuan di lokasi proyek tersebut saat pelaksanaan pekerjaan pada pasangan tembok terlihat tidak ada galian pondasi sama sekali hingga kualitasnya di ragukan dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Saat Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) “Heru”, dan Pelaksana teknis kegiatan (PLTEK) “Yuyu” dari PUPR. sidak kelapangan Senin 02/12/2019 juga di saksikan beberapa orang wartawan dari berbagai media diketahui hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan gambar rencana, sehingga diduga terjadi adanya pengurangan volume pada pekerjaan tembok pasangan, berdasarkan keterangan gambar rencana untuk galian dan pasangan pondasi ditetapkan dalam gambar kedalaman nya 20 cm, sementara pada pelaksanaannya sama sekali terlihat tidak ada galian pondasi.

Caption : Dokumen volume pekerjaan

Saat “SERGAP.CO.ID” mempertanyakan tentang tidak terpasangnya pasangan pondasi ke PPTK “Heru” di lokasi proyek menuturkan, pasangan tembok bagian pondasi yang tidak terpasang akan di lakukan pengalihan volume ke panjang, sesuai dengan hitungan volume berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB). Meski menurut gambar untuk pasangan pondasi kedalaman 20 cm tapi menurut nya bisa di sesuaikan dengan RAB mengacu pada hitungan volume nya.

Sementara menurut PLTEK “Yuyu” juga mengatakan bahwa slof kaki pondasi bila tidak ada 20 Cm itu merupakan kesalahan kontraktor, seharusnya tanah itu di sengket buat lantai biar naik semua, sehingga pekerjaan proyek tersebut sudah berjalan hampir 2 minggu lebih saat di temui dilokasi pekerjaan.

Caption : PLTEK dan PPTK saat sidak kelokasi Pekerjaan sambil memperlihatkan dokumen kepada awak media

Beberapa Wartawan yang terdiri dari berbagai Media menjelaskan, saat menemui pihak pemborong “Apep” guna di konfirmasi, malah memberikan uang Rp.300.000.00 namun uang itu tidak diterima, selanjutnya “Apep” menawarkan kembali nominal Rp.2 Jt untuk berupaya menyuap ke pihak wartawan tetap tidak diterimanya.

“Jangankan nominal Rp.2 Jt, Rp.7 Jt bahkan Rp.10 Jt pun kami punya sambil memperlihatkan uang di dalam tas, kami wartawan sebatas menjalankan tupoksi sebagai kontrol sosial dengan kode etik jurnalis, bukan untuk meminta uang” ujar mereka.

(Time)

Pos terkait

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.