Kasi Perencanaan SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sidak Ke Lokasi Pekerjaan Yang Diduga Tidak Sesuai Mutu Standar Bestek

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, – Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Gunung Padengko Blok Mancagar Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat dengan Nilai Rp. 197.514.000.00- (Seratus Sembilan Tujuh Lima Ratus Empat Belas Ribu Rupiah), Nomor kontrak : 610/2573/SPK-RIKIKM/SDA/2019. yang di kerjakan CV. Mutiara Anugrah, jangka waktu pelaksanaan 40 hari kalender.

Pelaksanaan pekerjaan yang diduga tidak sesuai mutu standar bestek (Speak), dan tidak mengacu ke gambar yang sudah ada menurut Kasi Perencanaan SDA Heru Heryana MT. Dinas PUPR Kota Tasikmalaya menuturkan kepada sergap.co.id. Senin (02/11/2019).

Pasalnya, pemasangan Tembok penahan tebing ada sebagian yang tidak memakai fondasi (Abodemen) dan adanya kekurangan dari volume yang sudah ditentukan dalam perencanaan seperti pengurangan ukuran baik kedalaman pondasi maupun ketebalan pasangan serta adonan semen. Terdapat beberapa kejanggalan di antaranya pemasangan fondasi dan pasir yang digunakan terkesan banyak campuran lumpur, sehingga proyek tersebut terkesan pengerjaannya asal jadi dan dikhawatirkan tidak bertahan lama seperti yang diharapkan.

Seharusnya dikerjakan sesuai dengan RAB biar kokoh. Jika pengerjaannya asal jadi tentunya ketahanan proyek tersebut tidak akan kokoh. “Kayaknya tidak bertahan lama proyek rehab ini bakalan ambrol”.

Oleh karena itu Heru sangat menyayangkan pekerjaan pemasangan TPT yang dikerjakan rekanan CV. Mutiara Anugrah diduga asal jadi terkait ada beberapa Item yang tidak di pasangkan menurut laporan dari warga. Maka untuk itu dari pihak dinas langsung sidak kelokasi pekerjaan tersebut.

Dari hasil sidak kelokasi Heru menyimpulkan, memang adanya temuan beberapa item yang tidak di pasangankan dan kekurangan volume, karena pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB dan RKS yang ada, sehingga pekerjaan yang sudah dilaksanakan rekanan harus dibongkar kembali, kalaupun ada perubahan gambar dari konsultan seharusnya bikin surat berita acara ke dinas biar jelas pertanggunngjawabannya.

Apep pelaksana rekanan dari CV. Mutiara Anugrah tersebut kaget seketika saat disidak dari dinas terkait pekerjaan yang dilaksankannya yang disaksikan beberapa awak media, dalam pelaksanaan pekerjaan yang disinyalir banyak item yang tidak dipasangkan dari segi pemsangan fondasi (Abodemen) dan batu muka sudah jelas dengan dengan kasat mata.

Ditempat yang sama Konsultan pengawaspun mengakui dalam pelaksaan pekerjaan memang belum dibikinkan perubahan gambar RAB karena gambar yang dipegang masih sama dengan gambar RAB dari dinas terkait, ironisnya pelaksaan Pekerjaan yang lagi berjalan baru mau dibikinkan berita acara perubahan diakhir pekerjaan setelah selesai.

(Time)

Pos terkait

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.