oleh

Ribuan Satri Kota Tasikmalaya Gelorakan “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”

SERGAP.CO.ID,

KOTA TASIKMALAYA, – Ribuan santri dari seluruh pelosok Kota Tasikmalaya antusias hadiri Apel Besar dan Kirab Santri pada “Peringatan Hari Santri Nasional 2019 Tingkat Kota Tasikmalaya” yang dipusatkan di Lapangan Upacara Dadaha Kota Tasikmalaya. Selasa, (22/10).

Ribuan Santri dari berbagai pondok pesantren dan mengundang Kecamatan sangat antusias menggelorakan Hari Santri dihadiri para pimpinan dan pejabat Kota Tasikmalaya, hadir Wali Kota, Wakil Wali Kota , Ketua dan jajaran anggota DPRD, Forum Pimpinan Daerah, Sekertaris, Para Pejabat TNI, Polri dan ASN di lingkugan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kepala kantor kementrian agama Kota Tasikmalaya, Pimpinan Bank Indonesia, Pimpinan OJK, Pimpinan BUMN dan BUMD serta perusahaan terkait lainnya.

Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua MUI, Ketua FPP, Ketua PD. DMI Kota Tasikmalaya, para ulama, pimpinan ormas, pimpinan pondok pesantren, pemuka agama dan tokoh masyarakat yang tumpah ruah memadati setiap sudut area yang sedang berlangsungnya acara.

Caption : Santri saat besalaman bersama wali kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman

Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman mengatakan bahwa sejak hari santri ditetapkan pada tahun 2015, di daerah Kota Tasikmalaya selalu mengatur setiap pertemuan dengan tema yang berbeda. Secara beruntun pada tahun 2016 mengusung tema “Dari Pesantren untuk Indonesia”, Tahun 2017 “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”, dan Pada tahun 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”. Meneruskan tema tahun 2018, Peringatan hari santri tahun 2019 mengunsung tema “SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN DUNIA”.

Menurutnya ada Sembilan alasan dan alasan pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Pertama, Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar Negara. Kedua, Metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab. Bahkan sampai kajian lintas mazhab . Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakan metode bahsulmasail dan mencari kekuatan hukum.

Caption : Ribuan Satri yang memadati lapangan dadaha Kota Tasikmalaya

Ketiga, Para santri biasa di ajarkan untuk khidmah (pengabdian). ini merupakan ruh dan Prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sisoal. Keempat, Pendidikan kemandirian. Kerja sama dan saling membantu di antara santri lantaran jauh dari keluarga. Santri terbiada hidup mandiri. Memupuk solidaritas dan gotong-royong sesame para pejuang ilmu.

Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh suburban di pesantren. Seni dan sastra sangat penting pada prilaku seseorang. Keenam, Lahirlah beragam kelompok diskusi dalam sekala kecil, juga besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Ketujuh, Merawat khazanah kearidan lokal, relasi agama dan tradisi begitu kental, Dalam kehidupan masyarakat Indonesia pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menyelamatkan lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan matrealistis.

Kedelapan, Prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren dan Kesembilam, Penanaman spiritual tidak hanya masalah hukum islam (fikih) yang didalami. Banyak pesantren juga melati para santrinya untuk tazkiyatunnafs, yaitu proses pemeliharaan hati ini dilakukan melalui fikiran dan tindakan yang bersih dan benar-benar makanya santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, dan juga terorisme. Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini sedang bergandengan tangan dengan pembangunan keagamaan. Hal itu sudah menarik dalam visi Kota Tasikmalaya yaitu “KOTA TASIKMALAYA YANG AGAMA, MAJU DAN MADANI”.

Dalam upaya mendukung pencapain visi tersebut, pemerintah Kota Tasikmalaya telah meluncurkan kebijakan yaitu:

Insentif bagi seluruh guru agama: Guru madrasah diniyah sebanyak 5.449 orang, guru TKA / TPA sebanyak 4.696 orang dan guru Raudlotul atfal sebanyak 901 orang.

Bantuan operasional bagi 250 pondok pesantren.

Bantuan operasional untuk 1.058 DKM se Kota Tasikmalaya.

Bantuan IPAL (INTANSI PENGELOLAAN AIR LIMBAH) untuk 5 pondok pesantren.

Menciptakan tasik bersedekah dan zakat profesi ASN bersama-sama Baznas Kota Tasikmalaya, melalui perwalkot NOMOR: 16 Tahun 2018 Tentang Tata cara mengumpulkan dan penyetoran zakat Profesi, infaq dan sedekah dari negara, Pegawai di Lingkungan Kota Tasikmalaya. Yang sampai saat ini telah terkumpul sebesar Rp.7.462.655.847, -, yang berasal dari zakat profesi sebesar Rp.4.425.787.085, -, dan dari TASIK BERSEDEKAH sebesar Rp.3.036.868.762, -.

Kegiatan santri milenial dalam bentuk bantuan kambing untuk 4 pondok pesantren.

Selain itu selama tahun 2019 Selain program yang ada, baznas dan Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki merkontribusi membangun RTLH sebanyak 111 rumah dan menghubungkan listrik gratis untuk mushola, mesjid, MDA dan RTM sebanyak 538 Titik. Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman mengganti “SELAMAT HARI SANTRI 2019, SANTRI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN DUNIA”.

“Semoga santri senantiasa mampu berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia,” Katanya.

(Adin/**)

 1,709 total views,  4 views today

About Author

Komentar