oleh

Pemdaprov Jabar Gelar Pendidikan Layanan Khusus di LPKA Kelas II Bandung

SERGAP.CO.ID,

KOTA BANDUNG –Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Prov. Jabar menggelar Pendidikan Layanan Khusus – pendidikan formal untuk anak usia sekolah yang bermasalah dengan hukum. Dalam kegiatan tersebut, SMK PU Negeri Bandung menjadi sekolah induk. 

Bunda Literasi Jabar yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Atalia Ridwan Kamil, mengapresiasi komitmen dan kerja sama semua pihak dalam pemenuhan hak anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. 

“Ternyata LPKA kelas II di Bandung ini adalah 1 dari 33 LPKA se-Indonesia yang sudah bekerja sama dengan sekolah,” katanya saat diluncurkan Diklat Industri pada Siswa LPKA Kelas II Bandung dan Peluncuran Program PKL SIP Komplit 2019 di LPKA Kelas II Bandung, Selasa ( 15/10/19).

“Berharap, pendidikan dianggap penting karena pendidikan adalah hak seluruh anak Indonesia. Jadi, kompilasi anak-anak diberikan luas-luasnya peluang bagi mereka ini hak-hak anak-anak-betul-betul pilih, “imbuhnya.

Menurut Atalia, kegiatan tersebut merupakan salah satu solusi terpenting dalam mengasah kemampuan dan masalah anak didik pemasyarakatan (Andikpa). Tujuannya memerlukan Andikpas dapat mengisi waktu sehari-hari dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.  

“Kita bisa melihat bagaimana perkembangannya. Bagaimana perkembangannya, anak SMP sampai SMK-nya. Kemudian, bekerja sama dengan pihak lain yang sangat mumpuni dalam mempersiapkan mereka dari sisi pendidikan, pengetahuan, dan keterampilannya,” ucap Atalia. 

Selain itu, Diklat Industri di LPKA Kelas II Bandung merupakan bagian dari program PKL dengan pola penyelenggaraan implementatif atau disebut dengan program SIP KOMPLIT (Siap, Kompeten melalui Program PKL Terintegrasi).

Program PKL merupakan realisasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 34 tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan. 

Atalia berharap melalui kegiatan tersebut Andikpas dapat memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan pada masa lampau. Maka, saat keluar dari LKPA Kelas II Bandung, mereka dapat bermasyarakat di Lingkungan Sekitar. 

“Hari ini juga menantang dengan diklat yang berharapnya menjadi mereka yang siap dan siap menghadapi tantangan,” kata Atalia.

“Saya juga melihat bagaimana menyesuaikannya industri dan dunia usaha ke mereka sehingga mereka disesuaikan. Misalnya, hari ini diklatnya terkait dengan otomotif, nanti ke diberikan ada kegiatan dan materi lain yang diberikan. “

“Fungsi lembaga pemasyarakatan yang mengatur warga binaan pemasyarakatan agar dapat berintegrasi dengan masyarakat. Jadi, mereka akan dapat memfasilitasi kembali sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan bebas,” kata Atalia.

(Han’s)

 2,944 total views,  2 views today

About Author

Komentar